Ilustrasi Malioboro./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA - Supaya kemacetan berkurang secara efektif pasca revitalisasi, Dinas Perhubungan Kota Jogja akan membatasi jumlah becak dan andong yang masuk ke area Malioboro. Pengurangan jumlah juga disertai dengan perencanaan pembangunan celukan untuk naik dan turunnya penumpang serta shelter tunggu.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Pehubungan Kota Jogja Golkari Made Yulianto mengatakan sebenarnya andong dan becak masih memiliki tempat parkir setelah revitalisasi sisi barat.
Nantinya akan dibangun celukan-celukan tempat andong dan becak menunggu penumpang. "Jumlahnya sekitar 59 untuk becak dan 27 untuk andong," kata Yulianto, Rabu (9/5/2018).
Selain celukan, Yulianto mengatakan akan dibangun dua shelter masing-masing untuk tempat parkir andong dan becak. Rencana ini masih digodok bersama dengan Dinas Perhubungan DIY. Hal ini menurut dia wajib dilakukan agar desain revitalisasi tidak sia-sia dan tidak menyebabkan kemacetan.
Meskipun begitu, jumlah andong dan becak yang masuk ke kawasan malioboro nantinya akan dibatasi. Mengenai pengaturan jumlah tersebut, pihak Dinas Perhubungan Kota Jogja akan melakukan koordinasi bersama paguyuban becak dan andong.
"Harus dikoordinasikan mengenai jumlah dan nanti mekanismenya, harus gantian masuknya. Itu harus dilakukan supaya masyarakat nyaman dan kawan-kawan becak dan andong juga bisa mencari rejeki," kata Yulianto.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Wirawan Haryo Yudho mengatakan apabila jumlah becak dan andong yang hendak masuk ke Malioboro melebihi kapasitas, nantinya becak dan andong lain akan diarahkan memutari Malioboro dan tidak boleh berhenti di suatu titik.
"Agar yang ngetem berkurang, macet berkurang. Ini supaya revitalisasi sukses namun ciri khas Kota Jogja tidak pudar," kata Wirawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.