Asap membubung di puncak Gunung Merapi, Jumat (10/5/2018) pagi./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan warga sekitar Gunung Merapi tidak perlu mengungsi karena Gunung Merapi dinyatakan masih aman. Meskipun begitu, BPPTKG merekomendasikan warga menyingkir sebentar dari lereng Merapi untuk menghindari material abu vulkanik.
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan rekomendasi tersebut dikhususkan untuk warga yang bermukimdi kawasan Selatan di radius lima kilometer dari puncak Gunung Merapi.
"Bukan berarti mengungsi, hanya menyingkir sebentar. Selain itu kami rekomendasikan warga di Barat Daya puncak radius tiga kilometer untuk menyingkir juga sebentar sampai reda," kata Agus saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (11/5/2018).
Agus menambahkan belum bisa memprediksi kapan abu vulkanik akan reda. Dia mengatakan saat ini asap abu vulkanik sudah mulai reda. Namun dilakukan pemantauan 24 jam sebagai bentuk kewaspadaan.
Sementara itu, sejumlah warga Cangkringan sudah mualai menghindar dari puncak Merapii. Dian Saraswati, warga Bimomartani Kalasan Sleman mengaku telah kedatangan kerabatnya dari Cangkringan yang khawatir dengan kondisi di lingkungan mereka sehingga memilih turun.
"Warga Cangkringan pada turun san sementara berada di rumah saya, saya segera menjemput Nenek yang tinggal di atas [Cangkringan]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.