35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Bupati Suharsono (tengah depan) dan Direktur Bank Bantul Aristini Sriyatun (kanan depan) saat meninjau tenda bantuan Bank Bantul kepada 33 PKL di depan Pasar Bantul, Jumat (11/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL–Bank Bantul berkomitmen untuk menggerakan sektor perekonomian di Bumi Projotamansari. Salah satunya dengan memberikan pinjaman lunak kepada pedagang yang dikenal dengan program Projo Bakul.
Tujuan utama dari pinjaman lunak ini agar para pedagang di pasar tradisional tidak terjerat cengkeraman rentenir. Total tahun ini, Bank Bantul mengalokasikan anggaran Rp2,25 miliar untuk menjalankan program tersebut.
Direktur Bank Bantul Aristini Sriyatun mengatakan komitmennya untuk memerangi praktik renternir, khususnya di pasar-pasar tradisional. Menurut dia, praktik ini masih marak terjadi sehingga membuat para pedagang tercekik karena jeratan utang tersebut.
“Kami siap memberkan kemudahan bagi para pedagang di pasar untuk lepas dari intaian lintah darat. Salah satunya dengan mengembangkan program Projo Bakul,” kata Aristini kepada Harianjogja.com, di sela-sela pemberian bantuan tenda kepada 33 PKL di depan Pasar Bantul, Jumat (11/5/2018).
Dia menjelasan untuk dapat mengakses kredit Projo Bakul, tidak sulit karena pedagang di pasar tradisional membuat kelompok yang berjumlah 10 orang. Setelah kelompok tersebut bisa mengajukan pinjaman per orang maksimal Rp2 juta.
“Untuk bunganya sangat murah karena dipatok hanya 6 persen per tahun dan ini jauh lebih rendah dengan yang ditawarkan renternir,” ujarnya.
Ditambahkan Aristini, kemudahan lainnya dalam peminjaman, para pedagang juga tidak dibebankan untuk menyerahkan agunan. Menurut dia, kemudahan ini diberikan agar pedagang bisa lepas dari jeratan renternir.
“Memang kami belum bisa memberikan pelayanan 24 jam [seperti yang dilakukan renternir] tetapi, kami memberikan kemudahan lain seperti bunga pinjaman yang rendah serta tanpa adanya agunan yang harus dijaminkan,” katanya.
Kredit Projo Bakul yang digulirkan Bank Bantul sudah dijalankan sejak tahun lalu. Di edisi perdana dialokasikan anggaran Rp1,5 miliar. sedang untuk tahun ini, dana yang dipersiapkan meningkat menjadi Rp2,25 miliar. “Harapannya dengan program ini maka pedagang bisa terhindar dari praktik renternir yang saat sekarang masih dapat dilihat di pasar-pasar tradisional,” katanya.
Bupati Bantul Suharsono menyambut baik kehadiran Bank Bantul untuk memihak pelaku usaha kecil di Bantul dengan memberikan kredit yang murah. Ia berharap partisipasi ini dapat menggerakkan ekonomi sehingga upaya menyejahterakan masyarakat dapat diwujudkan.
“Mudah-mudahan dengan partisipasi seperti pemberian kredit lunak atau pemberian bantuan tenda dapat bermanfaat sehingga ekonomi warga jadi semakin meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
BMKG menyebut gempa M5,5 di Laut Maluku dipicu subduksi lempeng. Gempa tidak berpotensi tsunami dan belum diikuti gempa susulan.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.
Restorasi Candi Prambanan dinilai akan memperkuat daya tarik pariwisata DIY meski berpotensi memengaruhi pola kunjungan sementara.
Polsek Bantul mengungkap kasus curanmor di Lapangan Paseban. Pelaku residivis teridentifikasi setelah polisi mencocokkan nomor rangka sepeda motor.