Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Bupati Suharsono (tengah depan) dan Direktur Bank Bantul Aristini Sriyatun (kanan depan) saat meninjau tenda bantuan Bank Bantul kepada 33 PKL di depan Pasar Bantul, Jumat (11/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL–Bank Bantul berkomitmen untuk menggerakan sektor perekonomian di Bumi Projotamansari. Salah satunya dengan memberikan pinjaman lunak kepada pedagang yang dikenal dengan program Projo Bakul.
Tujuan utama dari pinjaman lunak ini agar para pedagang di pasar tradisional tidak terjerat cengkeraman rentenir. Total tahun ini, Bank Bantul mengalokasikan anggaran Rp2,25 miliar untuk menjalankan program tersebut.
Direktur Bank Bantul Aristini Sriyatun mengatakan komitmennya untuk memerangi praktik renternir, khususnya di pasar-pasar tradisional. Menurut dia, praktik ini masih marak terjadi sehingga membuat para pedagang tercekik karena jeratan utang tersebut.
“Kami siap memberkan kemudahan bagi para pedagang di pasar untuk lepas dari intaian lintah darat. Salah satunya dengan mengembangkan program Projo Bakul,” kata Aristini kepada Harianjogja.com, di sela-sela pemberian bantuan tenda kepada 33 PKL di depan Pasar Bantul, Jumat (11/5/2018).
Dia menjelasan untuk dapat mengakses kredit Projo Bakul, tidak sulit karena pedagang di pasar tradisional membuat kelompok yang berjumlah 10 orang. Setelah kelompok tersebut bisa mengajukan pinjaman per orang maksimal Rp2 juta.
“Untuk bunganya sangat murah karena dipatok hanya 6 persen per tahun dan ini jauh lebih rendah dengan yang ditawarkan renternir,” ujarnya.
Ditambahkan Aristini, kemudahan lainnya dalam peminjaman, para pedagang juga tidak dibebankan untuk menyerahkan agunan. Menurut dia, kemudahan ini diberikan agar pedagang bisa lepas dari jeratan renternir.
“Memang kami belum bisa memberikan pelayanan 24 jam [seperti yang dilakukan renternir] tetapi, kami memberikan kemudahan lain seperti bunga pinjaman yang rendah serta tanpa adanya agunan yang harus dijaminkan,” katanya.
Kredit Projo Bakul yang digulirkan Bank Bantul sudah dijalankan sejak tahun lalu. Di edisi perdana dialokasikan anggaran Rp1,5 miliar. sedang untuk tahun ini, dana yang dipersiapkan meningkat menjadi Rp2,25 miliar. “Harapannya dengan program ini maka pedagang bisa terhindar dari praktik renternir yang saat sekarang masih dapat dilihat di pasar-pasar tradisional,” katanya.
Bupati Bantul Suharsono menyambut baik kehadiran Bank Bantul untuk memihak pelaku usaha kecil di Bantul dengan memberikan kredit yang murah. Ia berharap partisipasi ini dapat menggerakkan ekonomi sehingga upaya menyejahterakan masyarakat dapat diwujudkan.
“Mudah-mudahan dengan partisipasi seperti pemberian kredit lunak atau pemberian bantuan tenda dapat bermanfaat sehingga ekonomi warga jadi semakin meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Vivo V70 Lite 4G dikabarkan hadir dengan baterai 8.100mAh, pengisian 44W, layar AMOLED 120Hz, dan kamera 50MP.
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 91 jiwa dan 161.084 pengungsi hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
Kabut asap menyelimuti Pekanbaru dengan jarak pandang 2,5 km. Kualitas udara sangat tidak sehat, PM2,5 mencapai 170 mikrogram.
Kekeringan mengintai Jateng dengan 14 daerah berstatus Awas. BMKG memprakirakan curah hujan rendah hingga akhir September 2026.