Jembatan Garuda Rejosari Dibangun, Warga Tak Lagi Bergantung Crossway
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Ilustrasi PNS./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul berencana membangun gedung baru untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Wacana pembangunan ini bertujuan mempermudah dan memaksimalkan pelayanan administrasi kependudukan.
Kepala Disdukcapil Bantul Bambang Purwadi mengatakan kantor pelayanan yang ada saat ini dirasa kurang memadai. Hal ini terjadi karena ruang pelayanan yang sempit sehingga berdampak terhadap kualitas layanan yang diberikan. “Setiap hari layanan adminduk di kantor banyak antrean. Kami mengusulkan pembangunan gedung baru,” kata Bambang, Rabu (16/5/2018).
Menurut dia, wacana pembangunan sudah dimulai sejak tahun lalu dengan ditandai penyusunan detail engineering design (DED). Rencananya gedung baru Disdukcapil akan dibangun di dekat Kantor Dinas Kebudayaan. “Lokasinya masih berada di kompleks Kantor Pemkab II di Manding,” ucapnya.
Ditambahkan Bambang, pascapembuatan DED ditindaklanjuti dengan penyusunan anggaran pembangunan. Untuk saat ini, pagu anggaran masih dibahas bersama dengan tim pengguna anggaran daerah (TPAD) Pemkab. “Masih proses, yang jelas rencana pembangunan akan direalisasikan di tahun depan,” katanya.
Dia berharap dengan pembangunan gedung baru layanan adminduk lebih dimaksimalkan sehingga tidak lagi ada antrean panjang di tempat pelayanan. “Kalau di kantor yang sekarang jelas tidak mungkin karena lokasinya tidak memadai,” ujar Bambang.
Bupati Bantul Suharsono mengaku setuju dengan pembangunan gedung baru untuk layanan Disdukcapil. Ia menyerahkan sepenuhnya pembangunan tersebut ke tim agar bisa segera direalisasikan. “Sudah direncanakan dan siap untuk dibangun,” kata Suharsono.
Menurut dia, Pemkab berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, salah satunya menyangkut adminduk. Suharsono berharap dengan gedung baru di Disdukcapil layanan kepada masyarakat dapat dimaksimalkan.
Suharsono menambahkan upaya peningkatan layanan terhadap masyarakat merupakan bentuk komitmen Pemkab dalam mewujudkan smart city. “Tujuan utama dari kota pintar adalah pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” katanya.
Selain wacana membangun gedung baru Disdukcapil, upaya peningkatan layanan diwujudkan dengan peluncuran mal pelayanan publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu. Total di dalam layanan ini ada 114 perizinan yang bisa diurus melalui satu pintu. “Dengan pelayanan ini pengurusan izin akan lebih mudah, pemohon tidak harus bolak-balik dalam pengurusan,” kata Suharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.