Gotro Bantu Masyarakat Salurkan Bantuan ke Posko Bencana

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Jum'at, 18 Mei 2018 22:17 WIB
Gotro Bantu Masyarakat Salurkan Bantuan ke Posko Bencana

etua Tim Pengembang Gotro, Anggri Setiawan menjelaskan cara kerja aplikasi Gotro dalam sebuah tablet di Ruang Rapat Humas UGM, Jumat (18/5/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi

Harianjogja.com, SLEMAN - Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM meluncurkan aplikasi mobile Gotong Royong (Gotro) yang berfungsi sebagai pusat informasi kondisi posko pengungsi korban bencana agar masyarakat dapat melakukan bantuan logistik secepatnya. Aplikasi tersebut menampilkan terkait perkembangan kondisi posko seperti jumlah pengungsi, kebutuhan logistik, tenaga kesehatan dan psikolog serta menu donasi.

Ketua Tim Pengembang Gotro, Anggri Setiawan mengatakan, selama ini informasi pengungsi belum tersampaikan dengan baik karena terlalu fokus pada kondisi korban. Keadaan posko pun sering terlupakan seperti kebutuhan logistik pengungsi yang dinamis dan penambahan lama waktu tinggal di posko.

"Gotro ada untuk melengkapi aplikasi kebencanaan yang telah ada. Terutama untuk prosedur pendistribusian logistik bagi para pengungsi," kata Anggri, Jumat (18/5/2018).

Anggri mengatakan, Gotro dikembangkan sejak awal 2018 dengan tiga sub sistem yaitu Gotro relawan, Admin dan Gotro Masyarakat. Masyarakat di lapangan dan relawan pertama-tama akan melakukan verifikasi laporan kondisi posko melaluo Gotro Relawan yang sudah diverifikasi Admin yaitu PSBA UGM. Nantinya masyarakat yang menginstall aplikasi ini akan memperoleh notifikasi kebutuhan logistik posko dan bisa memilih jenis serta jumlah bantuan yang akan mereka kirim.

"Jenis bantuan dapat berupa barang-barang kebutuhan pengungsi maupun dana sosial. Masyarakat yang akan memberi jiga akan diverifikasi dulu oleh admin," kata Anggri.

Selain pemberian bantuan, masyarakat juga akan mendapatkan informasi mengenai kejadian bencana di ponsel mereka. Anggri mengatakan aplikasi tersebut murni untuk kemanusiaan. Tim pembentuk tidak memungut profit, namun tetap ada biaya operasional.

"Kita masih uji coba dengan BNPB tiap daerah. Kita akan kerjasama dengan jasa pengiriman dan bank-bank untuk donasi dan logistik," kata Anggri.

Kepala PSBA UGM Djati Mardiatno mengatakan semoga nantinya alat tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kita sertakan tutorial juga di Youtube. Ini public domain siapa pun bisa mengembangkannya," kata Djati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online