Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Aktivitas Gunung Merapi secara kasat mata dalam beberapa hari terakhir terkesan landai. Meski begitu, status waspada (level II) gunung ini belum dicabut. Sebab proses magmatik masih berlangsung.
Kepala Seksi Gunung Merapi Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTKG) Jogja Agus Budi Santoso mengatakan lembaganya belum menurunkan status Merapi ke level I atau normal sejak ditingkatkan menjadi waspada atau level II pada 23 Mei lalu.
Dia beralasan aktivitas Merapi hingga kini masih cukup tinggi. Apalagi selama empat tahun terakhir Merapi tidak melakukan aktivitas letusan.
"Letusan freatik terakhir terjadi 20 April 2014. Letusan freatik Merapi kembali terjadi pada 11 Mei 2018, diikuti aktivitas letusan yang intensif pada tanggal 21 dan 24 Mei 2018," jelasnya saat jumpa pers di kantor BPPTKG Jogja, Kamis (31/5/2018).
Menurut Agus, dari segi kegempaan aktivitas Merapi masih cukup tinggi. Gempa Vulkanik Tektonik (VT) tercatat kurang dari satu kali per hari. Adapun embusan tercatat tiga kali perhari, kegempaan multiphase (MP) guguran dan hembusan yang cukup tinggi atau terjadi tiga kali sehari.
"Multiphase merupakan gempa yang mencerminkan proses pergerakan fluida diantara rekahan batuan pada sumber yang dangkal atau dipermukaan," jelasnya.
Untuk gempa embusan tercatat tujuh kali sehari, dan gempa tektonik satu kali sehari. Embusan merupakan rekaman gempa yang mencerminkan proses pelepasan gas dan guguran adalah rekaman gempa yang mencerminkan guguran batuan.
"Produksi gas dan aktivitas pelepasan gas masih terus berlangsung. Magma terus berjalan ke atas. Hanya saja untuk posisinya di mana kami sedang cari," ujar Budi.
Jika dilihat dari seismik realtime secara kumulatif, lanjut Budi, tidak terjadi peningkatan. Begitu juga dengan hasil pengukuran deformasi. "Deformasi menunjukkan deflasi 21-24 Mei ketika terjadi rentetat letusan freatik. Dan saat ini, deflasi ataupun inflasi tidak terjadi," paparnya.
Berdasarkan data pengukuran SO2 dari tanggal 21-30 Mei, BPPTKG menilai kondisi di sekitar Merapi hanya 90 ton per hari. Kondisi tersebut relatif tidak berubah sejak letusan terakhir terjadi pada 24 Mei.
"Saat ini, aktivitas vulkanik masih didominasi pelepasan gas. Ini ditunjukkan dengan aktivitas kegempaan. Oleh karena aktivitas vulkanik masih cukup tinggi maka kami belum mencabut status waspada atau level dua," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.