Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Layanan pengurusan penambahan nilai nonakademik dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 di Kantor Disdikpora DIY Jalan Cendana Kota Jogja, digelar hari ini atau Senin (25/6/2018) hingga Jumat (29/6/2018). Disdikpora DIY hanya mengakui prestasi nonakademik melalui seleksi berjenjang.
Kepala Bidang Perencanaan dan Standardisasi Pendidikan Disdikpora DIY Didik Wardaya menyatakan calon siswa dapat mengajukan bukti untuk penambahan nilai nonakademik seperti prestasi dalan ajang olimpiade mata pelajaran tertentu, kesenian hingga olahraga. Serta lomba yang diselenggarakan induk organisasi olahraga maupun Kemenpora.
Namun, Disdikpora menegaskan semua jenis lomba yang diakui adalah perlombaan yang bersifat berjenjang, di mana siswa resmi sebagai perwakilan daerah masing-masing.
"Tetapi lomba yang sifatnya terbuka, tidak kami akui. Terbuka itu misalnya walaupun kejuaraan internasional tetapi pesertanya tidak melalui seleksi berjenjang ya tidak kami akui. Namun yang diakui adalah lomba bersifat berjenjang, artinya lomba itu mereka datang mewakili daerah baik kabupaten maupun provinsi," katanya kepada Harian Jogja, Minggu (24/6/2018).
Meski lomba dalam bentuk kelompok dengan jumlah banyak tetap diakui dengan nilai yang sudah ditetapkan, selama jenis lomba yang diikuti bersifat berjenjang. Jenis lomba dengan jumlah peserta lebih dari 10 siswa akan berbeda penilaiannya dengan jenis lomba yang hanya melibatkan satu atau dua orang.
Didik mengatakan untuk penambahan nilai, calon siswa harus menyiapkan fotokopi sertifikat juara yang sudah dilegalisasi oleh pihak berwenang. Ia mencontohkan jika lomba diselenggarakan induk organisasi olahraga maka pihak yang berwenang melegalisasi dari bisa dari KONI atau BPO DIY.
"Kalau yang internasional yang dikirim oleh Kemendikbud bisa di kami [Disdikpora DIY]. Namun saya yakin mereka sudah melegalisasi dan besok [mulai hari ini] tinggal menyerahkan saja," kata dia.
Ia memperkirakan ada sekitar 800 calon siswa yang akan meminta rekomendasi penambahan nilai atas prestasi berjenjang yang dimiliki. Terdiri atas, 400 siswa dari tingkat nasional dan 400 siswa dari level daerah, sedangkan level internasional tidak terlalu banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.