Saluran Induk Kalibawang Ditutup, Laba Petani di Sentolo Merosot

Beny Prasetya
Beny Prasetya Senin, 25 Juni 2018 13:15 WIB
Saluran Induk Kalibawang Ditutup, Laba Petani di Sentolo Merosot

Saluran Induk Kalibawang yang dikeringkan untuk perawatan dan perbaikan, beberapa waktu lalu.Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penutupan Saluran Induk Kalibawang yang dilakukan sejak April 2018 berdampak pada keuntungan hasil panen petani. Saat ini, laba yang diperoleh petani padi di Kecamatan Sentolo menurun. Turunnya keuntungan terjadi lantaran adanya biaya produksi tambahan yang harus ditanggung para petani, yakni untuk biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) mesin pompa air.

"Kami terpaksa harus menggunakan pompa air karena saat Saluran Induk kalibawang ditutup, padi yang kami tanam belum siap panen. Kami harus tetap mengaliri sawah dengan air agar bulir oadi tidak kosong," kata Towo, seorang buruh tani warga Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, saat ditemui Senin (25/5/2018).

Towo mengaku akibat pengeringan itu sawah yang dia kelola mengalami penyusutan hasil panen sekitar 20% dari hasil panen biasanya. Sebelum Saluran Induk kalibawang dikeringkan, dia biasa mendapatkan 15 sak atau sekitar 13 kuintal gabah. "Sekarang hasilnya turun drastis," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Bambang Tri Budi, menyatakan Komisi Irigasi yang terdiri dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPKP), DPP, dan beberapa lembaga lain sepakat dan memberitahukan tentang rencana penutupan sejak jauh hari. Selain itu pihaknya juga telah menyediakan pompa air yang dapat digunakan selagi saluran irigasi Kalibawang ditutup alirannya. "Sebelum Saluran Induk Kalibawang ditutup, kami sudah mengingatkan para petani untuk tidak nekat menanam padi, jadi mau bagaimana lagi," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online