Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat 96.523 jiwa di 54 desa, 11 kecamatan alami kekeringan. Namun, tidak semua wilayah kering total.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kekeringan dialami di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
Menanggapi hal itu Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, kekeringan tidak seperti yang diresahkan di media. "Seolah-olah kering tidak ada air, di sana, padahal masih ada air, baik dari PDAM, SPAMDes, dan tampungan air hujan," ujarnya saat ditemui awak media di Kantor BPBD Gunungkidul, Selasa (26/6/2018).
Menurutnya, masyarakat Gunungkidul kini telah terbiasa dengan kekeringan yang saban tahun melanda. Adapun jika sudah tidak memiliki air bersih, masyarakat akan mencari sumber air atau membeli air bersih dari tangki swasta yang lewat.
BPBD Gunungkidul sendiri saat ini sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan PDAM Tirta Handayani untuk memetakan wilayah mana saja yang mengalami kekeringan paling parah.
Edy menambahkan, pihaknya mengerahkan enam unit truk yang setiap hari mendistribusikan 24 tangki air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Selain itu, ada sembilan kecamatan yang selama ini mengalami kekeringan juga telah mendapat distribusi air bersih.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Handayani Isnawan Febrianto mengatakan, saat ini total cakupan PDAM Tirta Handayani mencapai 65 persen dan ditambah SPAMDes 25 persen. Ditotla jaringan perpipaan mencapai 80%.
Adapun sisa 20 persen kata Isnawan merupakan air mandiri, sumur gali atau air permukaan. Hal ini berlaku di daerah tertentu yang geografisnya tidak mungkin dilayani perpipaan sehingga harus dilakukan droping.
Isnawan mengaku saat ini ada sejumlah kendala yang dihadapi. Seperti di Bribin I, Semanu, pompa air rusak beberapa kali sehingga menyebabkan suplai air ke wilayah timur Gunungkidul tersendat. Selain itu, sumber air di Baron, kecamatan Tanjungsari, yang selama ini menyuplai wilayah Paliyan sering mengalami kendala mati listrik.
Kedepan, PDAM Tirta Handayani akan menambah sumur bor pompa. Hal ini sebagai solusi jangka panjang gun memudahkan dalam distribusi air. "Kalau hanya meningkatkan kekuatan pompa itu tidak mengatasi masalah jangka panjang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.
Google menghadirkan fitur keamanan baru di Android 17, termasuk pemutus telepon penipu otomatis dan perlindungan OTP.
Bansos PKH tahap 2 tahun 2026 mulai cair. Cek status penerima PKH lewat situs resmi Kemensos dan aplikasi Cek Bansos.