Pengamat : Tol Jogja Bisa Pertajam Ketimpangan, Ini Alasannya

Sunartono
Sunartono Kamis, 28 Juni 2018 10:50 WIB
Pengamat : Tol Jogja Bisa Pertajam Ketimpangan, Ini Alasannya

Ilustrasi pembangunan jalan tol./Bisnis Indonesia-Abdullah Azzam

Harianjogja.com, SLEMAN- Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Indonesia (UII) Suharto menilai, keberadaan tol akan menyerap tenaga kerja yang diperkirakan sekitar 50.000 jiwa di sektor tersebut.

Selain itu kegiatan ekonomi seperti tol akan menambah kenaikan pajak daerah, selain itu, industri jasa konstruk turut terdongkrak. Akan tetapi, pemerintah perlu mewaspadai dampak ekonomi lokal akan keberadaan tol. Karena yang terdampak secara langsung justru pada kalangan ekonomi menengah ke atas, sehingga harus diantisipasi.

“Apalagi, angka ketimpangan di Jogja sangat tinggi, sehingga kalau dampak ekonomi lokal yang justru hanya lebih banyak ke kalangan menengah ke atas ini tidak diantisipasi, maka akan memperlebar itu [kesenjangan]. Kalau soal mendorong ekonominya, jelas bisa mendorong, cuma yang bisa menikmati secara langsung menengah ke atas,” terangnya, Rabu (27/6/2018).

Ia menyarankan agar masyarakat menengah ke bawah dapat merasakan dampak tol maka pemerintah harus menyiapkan destinasi wisata yang melibatkan masyarakat menengah ke bawah. Dengan harapan secara perlahan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya di sekitar tol.

“Itu mutlak diperlukan, supaya bisa dinikmati masyarakat menengah ke bawah, ini harus mulai dipersiapkan kalau sudah disetujui, perencaaan harus ada ruang-ruang jalan yang bisa mengarahkan ke wisata berbasis masyarakat tadi,” kata dosen Fakultas Ekonomi UII ini.

Suharto mengatakan, keberadaan tol akan menyelesaikan persoalan distribusi logistik karena jalur keluar masuk Jogja akan lebih lancar. Ia mencontohkan jika Solo-Jogja butuh waktu dua jam karena macet, memungkinkan hanya sejam atas keberadaan tol.

“Pasokan barang dari luar menjadi bisa terkendali sehingga kemungkinan adanya lonjakan harga menjadi lebih kecil, tetapi karena di Jogja itu lebih banyak karena industri jasa, tentu orang luar akan memilih ke Jogja ketika lalu lintasnya cepat, lancar, ini akan mendorong orang datang ke Jogja,” terangnta.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online