Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Komunitas Jip Wisata Mangunan saat parkir di kawasan wisata Pinus Pengger di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Rabu (4/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Ketua Pengelola jip wisata Mangunan Dwi Eko Susanto memastikan operasional jip wisata menerapkan standardisasi keamanan yang tinggi. Pengelola jip selama ini sudah mengadopsi standardisasi keamanan dari International offroad Federation (IOF).
“Tidak hanya mengadopsi, tetapi juga mendatangkan tim dari IOF untuk mengecek kondisi jip yang dipergunakan untuk wisata. Kami bersyukur saat diperiksa seluruhnya dinyatakan lulus,” kata Dwi kepada wartawan di sela-sela kegiatan bakti sosial kepada anak yatim piatu di kawasan wisata Pinus Pengger, Rabu (4/7/2018).
Dia menjelaskan untuk keamanan dalam operasional, jip diwajibkan menggunakan penggerak 4x4. Selain itu, juga harus ada besi pengaman untuk pegangan pengunjung. “Untuk keselamatan di dalam jip harus tersedia peralatan kesehatan, alat pemadam kebakaran, tool kit hingga alat komunikasi yang digunakan saat terjadi masalah jika jip mengangkut penumpang,” katanya.
Dwi mengungkapkan untuk keamanan kendaraan tidak ada masalah karena sudah menerapkan standardisasi tinggi. Namun dalam pengoperasian, masih ada kendala regulasi. Ia tidak menampik, hingga saat ini belum ada payung hukum yang menaungi operasional jip wisata.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata DIY, Dinas Perhubungan DIY hingga kepolisian. Harapan kami ada solusi sehingga operasional jip wisata bisa tetap jalan dan tidak melanggar aturan,” katanya.
Untuk regulasi sebagai payung hukum, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan membuat kebijakan.
“Sambil menunggu regulasi itu ada, kami tetap beroperasi. Namun, dalam pengoperasian sangat memperhatikan faktor keamanan penumpang,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan salah seorang pengelola wisata di kawasan Mangunan, Purwo Harsono. Menurut dia, dalam pengoperasian tidak hanya mengacu pada faktor keamanan, tetapi juga menerjunkan tim untuk mengawasi para sopir agar tidak ugal-ugalan saat menjalankan jip.
“Kami terus awasi. Belum lama ini ada sopir jip yang ugal-ugalan dan langsung ditegur serta diberikan pembinaan oleh koordinator lapangan,” kata Ipung, sapaan akrabnya.
Dia menambahkan untuk pengelolaan jip wisata tidak hanya memberikan layanan kepada pengunjung. Namun pengelola juga melakukan berbagai kegiatan sosial, salah satunya dengan memberikan santunan kepada anak yatim. “Pemberian santunan ini merupakan hasil dari operasional jip kemudian diberikan kepada yang berhak menerima,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
OJK mencabut izin usaha 15 BPR dan BPRS hingga September 2026. Simak daftar bank, lokasi, serta mekanisme penanganan nasabah.
Cek bansos September 2026 melalui kanal resmi Kemensos. Simak cara cek PKH, BPNT, dan mekanisme penerima BLT Kesra Rp900.000.
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.