Ini Salah Satu Penyebab Tahanan Polsek Ngaglik Kabur

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Rabu, 04 Juli 2018 22:15 WIB
Ini Salah Satu Penyebab Tahanan Polsek Ngaglik Kabur

Tersangka Nanang Bagus dan Eko (mengenakan penutup kepala) saat ditangkap aparat Polsek Ngaglik setelah melakukan pencurian di Wisma PSS di Dusun Jongkang, Sariharjo, Ngaglik pada awal Mei lalu. Harian Jogja/Irwan A.Syambudi

Harianjogja.com, SLEMAN—Mulai menuanya sejumlah gedung markas kepolisian sektor (polsek) di Sleman dinilai menjadi salah satu penyebab kaburnya tahanan. Kondisi gedung yang sudah tua mudah dibobol oleh tahanan.

Kapolres Sleman, AKBP Firman Lukmanul Hakim, menyatakan jajarannya menggelar analisis dan evaluasi menyusul adanya dua tahanan di Polsek Ngaglik yang kabur, beberapa waktu lalu. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui penyebab kaburnya tahanan, karena menurutnya ada sistem yang salah dengan lolosnya dua tahanan tersebut.

Menurut Firman, salah satu yang menjadi faktor kaburnya tahanan adalah kondisi gedung, khususnya ruang tahanan Polsek Ngaglik yang sudah tua. "Seluruh ruang tahanan polsek yang ada di Sleman sudah memenuhi standar. Tapi kalau bicara detail, kebanyakan atau sekitar 70 persen merupakan bangunan lama. Dari 19 polsek yang ada di Sleman, 14 polsek di antaranya bangunannya tua," kata Firman, Rabu (4/7/2018).

Dengan banyaknya gedung polsek yang sudah tua, jajarannya berupaya memperbaiki dengan cara tambal sulam. Selain itu sistem keamanan di setiap polsek juga diperbaiki.

Dijelaskan Firman, insiden tahanan kabur tidak serta merta menjadi kesalahan kapolsek, melainkan kesalahan sistem secara menyeluruh. "Saya melihat dari berbagai sisi, apakah dari bangunan atau yang lainnya," ujarnya.

Ke depan dengan pembenahan sistem menyeluruh, diharapkan insiden tahanan kabur tidak terulang lagi. Setiap polsek harus menganalisis bagaimana kondisi ruang tahanan. "SOP [standart operasional prosedur] dibenahi mulai dari menerima tahanan, penjagaan, pengecekan, semua kami benahi," kata Firman.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Novita Sari Dewi, mengatakan kondisi ruang tahanan di Polsek Depok Timur masih belum baik. Pasalnya tidak semua blok tahanan dapat ditempati lantaran kondisinya tidak layak. "Sekarang sudah kami perbaiki dan kondisinya sudah bagus. Kalau dulu masih ada ruang tahanan yang rusak, sekarang sudah bisa dipakai semua," kata dia.

Di Polsek Depok Timur ada tiga blok atau tiga ruang tahanan, dan setiap ruang tahanan ditempati empat sampai enam orang. Seluruh ruang tahanan saat ini sudah dilengkapi dengan kamera closed circuit television (CCTV), dan dipastikan akses keluar terpantau oleh petugas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online