Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN-Hasil dari pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang TK, SD dan SMP diumumkan pada Sabtu (7/7/2018). Dinas Pendidikan Sleman juga dari pihak sekolah menganggap pelaksanaan PPDB tahun ini tergolong lancar. Sistem zonasi yang diterapkan baru bisa dilihat di tahun ke tiga atau pada tahun depan.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman Sri Wantini mengatakan, pada pelaksanaan PPDB tahun ini tidak ada kendala yang berarti. Tahun ini untuk jenjang SMP, PPDB dilakukan dengan sistem real time online. Namun menurut Sri Wantini, tidak ada gangguan teknis terkait penggunaan sistem pendaftaran melalui online.
"Kami sudah siapkan juga ada satu petugas dari Telkom dalam mengatasi permasalahan teknis," jelasnya pada Harianjogja.com, Jumat (6/7/2018).
Ia mengatakan, pada pelaksanaan PPDB tahun ini di awal pendaftaran saja banyak sekolah yang sudah terpenuhi kuotanya. "Sampai kemarin [Kamis, 5/7/2018] hanya ada dua yaitu SMP 3 Prambanan dan SMP 4 Prambanan yang kuotanya masih belum terpenuhi, sisanya sudah terpenuhi semua," ungkap Sri Wantini.
Pelaksanaan PPDB tahun ini menggunakan sistem zonasi. Tujuan diadakan sistem zonasi tersebut menurut Sri Wantini yaitu untuk pemerataan mutu pendidikan. "Jadi tidak ada lagi ini sekolah favorit, ini sekolah biasa, nantinya semua sama, siswa yang di zonanya akan merasa memiliki sekolahnya," ujarnya.
Sri Wantini mengatakan, evaluasi terkait efektivitas sistem zonasi ini bisa dilihat di tahun ketiga. "Untuk efektivitas dalam pemerataan mutu kita lihat lulusannya nanti seperti apa kalau untuk yang SMP," katanya.
Wakil Kepala Sekolah SMP 1 Depok yang juga sebagai Ketua Panitia PPDB SMP 1 Depok Maridi mengatakan di SMP 1 Depok hari pertama pendaftaran, kuota sudah langsung terpenuhi. Kuota untuk PPDB di SMP 1 Depok yaitu 192 orang.
"Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini hari pertama langsung sudah terpenuhi, sedangkan tahun lalu di hari pertama belum terpenuhi kuota, hal itu karena tahun ini bisa memilih tiga sekolah juga ada pilihan untuk memilih luar zonasinya." kata Maridi.
Menurut Maridi, di SMP 1 Depok ada beberapa peserta yang mencabut berkasnya karena tidak masuk di tiga pilihan sekolah. Setelah hari pertama kuota terpenuhi, nilai yang berada di bawah akan langsung terlempar apabila ada pendaftar baru yang nilainya lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.