Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Kondisi saluran irigasi di Dusun Madurejo, Desa Madurejo, Prambanan, yang rusak seperti terlihat Selasa (17/7/2018). Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Selama musim kemarau, petani di Kecamatan Prambanan memanfaatkan sumur bor untuk mengairi lahan pertanian. Irigasi yang tidak bisa digunakan sejak tahun lalu membuat petani di sepanjang Jalan Raya Piyungan-Prambanan terpaksa membuat sumur bor.
Petani di Dusun Madurejo, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Sumaryadi, mengatakan sejak 2017 jaringan irigasi yang seharusnya bisa dipakai untuk mengairi lahan pertanian rusak, sehingga pasokan air untuk irigasi pertanian terhenti. Ia mengatakan untuk mengairi lahan pertanian khususnya di musim kemarau seperti saat ini, petani harus membuat sumur bor. "Karena jaringan irigasi tak berfungsi, kami terpaksa membuat sumur bor. Untuk mengairi lahan pertanian, saya ikut menumpang memanfaatkan sumur bor milik tetangga saya," katanya saat ditemui Harian Jogja, Selasa (17/7/2018).
Menurut Sumaryadi, saat ini petani di Prambanan memasuki masa tanam ketiga. "Masa tanam pertama saya menanam padi, masa tanam kedua menanam palawija, dan sekarang menanam kacang tanah. Tahun lalu saat masa tanam ketiga saya memilih menanam jagung, sayangnya tanamannya rusak diserang hama," ujarnya.
Irigasi yang ada di sepanjang Jalan Raya Piyungan Prambanan berasal dari Selokan Mataram. Menurut Sumaryadi, irigasi itu sudah tidak berfungsi sejak 2017. Sejumlah petani melalui kelompok tani sudah mengusulkan perbaikan jaringan irigasi ke pemerintah desa setempat agar bisa disampaikan kepada instansi yang berwenang. Namun hingga saat ini perbaikan yang diharapkan tak kunjung dilakukan pemerintah. Sumaryadi memiliki lahan seluas 3.000 meter persegi yang saat ini ditanami kacang tanah. Ia berharap dengan adanya irigasi yang baik, ia tidak perlu lagi mengairi lagi lahannya dengan menyedot air dari sumur bor.
Camat Prambanan, Eko Suharjono, mengatakan stok air baku untuk pertanian selama musim kemarau tahun ini aman. Menurutnya, ia terus berkoordinasi dengan Organisasi Pengelola dan Pemakai Air (OPPA) untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanian di musim kemarau. "Selama debit air mencukupi, kami juga memanfaatkan air dari Sungai Opak untuk mengairi lahan persawahan," kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.