Dukung Kemandirian Difabel, Pemkab Gunungkidul Salurkan Alat Bantu
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Kekerasan terhadap sopir ojek online terjadi di wilayah Banguntapan, Bantul, Selasa (17/7/2018) pagi. Akibat pemukulan itu, Junianto Effendi, 25, warga Depok, Sleman mengalami luka di pelipis.
Kasus pemukulan ini sudah dilaporkan ke Satreskrim Polres Bantul dan hingga sekarang masih dalam penyelidikan. Kepada wartawan, Junianto mengaku dipukul oleh penumpang yang mabuk.
Awalnya, dia mendapatkan order untuk menjemput penumpang di kawasan Senturan, Depok, Sleman. Setelah itu, ia mengantarkan dua penumpang menuju ke Jalan Gedongkuning, Banguntapan, Bantul. “Salah satu penumpang yang saya bawa dalam keadaan mabuk,” katanya, kemarin.
Menurut dia, peristiwa pemukulan terjadi karena penumpang tidak mau turun. Padahal, sambung Junianto, keduanya sudah diantar sesuai dengan order yang dilakukan. “Saya bilang sudah, sampai tapi penumpang yang mabuk tidak mau turun dan ingin diantar ke tempat yang lain,” tuturnya.
Mendapati permintaan ini, Junianto pun menjelaskan agar penumpang turun terlebih dahulu, kemudian melakukan order sekali lagi. Namun, pejelasan tersebut tidak diterima karena penumpang malah menjadi emosi dan membanting pintu mobil sangat keras.
“Sempat terjadi keributan karena pelaku berkata-kata kotor hingga akhirnya saya dipukul di pelipis bagian kanan. “Saya pun melaporkan kejadian ini ke Polres Bantul,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bantul AKP Rudy Prabowo membenarkan adanya laporan terkait dengan pemukulan sopir ojek online di Banguntapan. Menurut dia, kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku kekerasan tersebut. “Masih kami dalami,” katanya.
Mantan Kasatreskrim Polres Gunungkidul ini menambahkan untuk pengungkapan, petugas telah memeriksa dan meminta keterangan kepada korban menyangkut kronologi penganiayaan. “Keterangan dari korban kami jadikan dasar untuk pengungkapan kasus,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Meta Description:Slemania, BCS, Brajamusti dan The Maident menandatangani komitmen bersama menjaga keamanan dan kondusivitas Super League 2026/2027.
JJLS Kelok 23 dinilai membuka peluang pengembangan wisata selatan DIY dengan mendorong kunjungan, okupansi hotel, dan belanja wisatawan.
Empat perwakilan Sleman masuk daftar sementara kontingen DIY untuk SEA Games 2026, terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan mekanik.
Madura United bertekad mengakhiri rekor buruk melawan PSIM saat bertemu pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27.
Polda DIY belum memutuskan laga derbi PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta digelar dengan penonton. Evaluasi keamanan dilakukan hingga hari H.