Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul membuka kemungkinan pemberlakuan zonasi guru di Bumi Handayani.
Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rosyid mengatakan wacana tersebut muncul lantaran pemberlakuan zonasi siswa yang telah diterapkan pada PPDB tahun ini. Sehingga dimungkinkan akan ada perkembangan ke arah zonasi guru yang bertujuan mendekatkan guru dengan tempat kerjanya.
"Sekarang sudah mulai zonasi dari sisi siswa, berikutnya akan berkembang mulai dari perbaikan sarana sekolah dan sekaligus zonasi guru juga akan dilakukan," ucap Bahron saat ditemui Harian Jogja di Kantor Disdikpora Gunungkidul, Rabu (18/7/2018) siang.
Namun rencana zonasi guru menurut Bahron belum akan diterapkan dalam waktu dekat ini. Pasalnya hingga saat ini belum ada regulasinya. "Kami masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat, kalau iya ada nanti akan diterapkan," kata dia.
Dia mengungkapkan kendala yang mungkin dihadapi jika sistem zonasi ini diterapkan di Gunungkidul adalah kurangnya jumlah guru PNS. Dia menjelaskan guru SD saat ini masih butuh 800 orang sementara untuk SMP kekurangan 60 guru. Sehingga untuk pemerataan guru masih kesulitan.
Kendala lain yang akan dihadapi khususnya untuk zonasi guru SMP adalah harus menyenyesuakan dengan keahlian guru yang bersangkutan, sementara jika dirotasi akan mempengaruhi komposisi guru di sekolah. "Berbeda dengan guru SD karena kan guru kelas," ujar dia.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Herry Kriswanto mengatakan sistem zonasi guru memang perlu adanya. Hal ini guna mendekatkan guru dengan tempat kerja sehingga lebih efektif dalam menjalankan tugas.
Namun penerapan zonasi guru harus dilihat dari segi kualitas SDM. Sebab tidak semua guru memiliki kualitas yang setara. Dikhawatirkan jika tujuan untuk pemerataan pendidikan akan sulit terlaksana.
Dia menyarankan lebih baik menggunakan sistem rotasi guru. Nantinya guru berkualitas yang notabene dari sekolah-sekolah favorit bisa mengajar siswa di sekolah pinggiran.
Herry menjelaskan potensi siswa pintar di pinggiran yang terkena imbas zonasi dalama PPDB 2018 pada akhirnya bisa terarah jika sekolah yang mereka masuki memiliki guru berkualitas.
"Karena konsekuensi zonasi siswa tentu siswa-siswa pintar pinggiran gak bisa masuk sekolah jadi perlu zonasi guru berkualitas untuk mengimbangi potensi mereka [siswa]," ucap Herry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.