Gapura Keistimewaan DIY Direncanakan Berdiri di Perbatasan Rongkop
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Panorama dari Puncak Becici, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik tingkat nasional untuk kategori pengembangan pariwisata. Total ada sepuluh kabupaten dan sepuluh kotamadya peraih penghargaan dari Yokatta yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan penghargaan kepada Pemkab diberikan pada Jumat (20/7/2018) lalu. Di wilayah DIY, Bantul tidak sendiri karena Kabupaten Sleman dan Kota Jogja juga mendapatkan penghargaan yang sama.
“Sleman dan Bantul masuk sepuluh kabupaten yang mengembangkan pariwisata terbaik. Sedang untuk Kota Jogja masuk di sepuluh besar kotamadya terbaik,” kata Kwintarto kepada Harian Jogja, Minggu (22/7/2018).
Menurut dia, penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah terbaik ini melihat komitmen dan inovasi dalam mengembangkan destinasi wisata di wilayah masing-masing. Penilaian dilakukan secara independen dan profesional.
Kwintarto menuturkan ada beberapa indikator agar suatu daerah bisa mendapatkan penghargaan ini. Indikator dalam penilaian meliputi ketersediaan dan pertumbuhan kamar hotel, jumlah pendapatan asli daerah (PAD), jumlah kunjungan, kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga keberadaan atraksi dan seni yang dimiliki.
Kwintarto bersyukur di dalam penilaian, Bantul masuk dalam sepuluh besar kabupaten terbaik dari 416 kabupaten di Indonesia. Menurut dia, nilai lebih yang dimiliki Bantul adalah peningakatan PAD, jumlah kunjungan hingga beberapa event atraksi sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat.
“Satu-satunya yang kurang dari kami adalah jumlah hotel sehingga berpengaruh terhadap lama tinggal wisatawan. Sedang untuk kunjungan wisatawan ada peningkatan 900.000 pengunjung dibandingkan kunjungan di tahun sebelumnya,” kata mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Dia menambahkan penghargaan yang berhasil diperoleh ini akan dijadikan motivasi untuk terus mengembangkan pariwisata yang lebih baik lagi.
“Kami sudah punya target untuk pariwisata Bantul bisa go international. Jadi capaian itu menjadi tantangan bagi kepala daerah dan Dinas Pariwisata Bantul untuk selalu berusaha dan berjuang menjadi lebih baik agar maysarakat dapat lebih sejahtera,” kata Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.