Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Udin, salah seorang petani bawang merah di Desa Srigadin, Sanden, menyirami tanaman bawang merah yang dimiliki, Rabu (25/7/2018). Penyiraman rutin dilakukan agar tanaman dapat tumbuh subur sehingga panen dapat lebih maksimal./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Petani bawang merah di Desa Srigading, Sanden khawatir serangan ulat dan jamur mengancam perkembangan tanaman bawang merah. Saat ini, petani berjuang melakukan upaya intensif agar tanaman bebas hama.
Salah seorang petani, Udin mengaku meski tanaman tumbuh subur, namun tidak menghilangkan kekhawatiran akan serangan hama. “Kami tetap waspada karena serangan ulat dan jamur sangat mengganggu pertumbuhan bawang merah,” kata Udin kepada Harian Jogja, Rabu (25/7/2018).
Dia menjelaskan untuk menghindari serangan hama, petani harus rutin memupuk setiap tiga hari sekali. Diharapakan dengan pemupukan rutin dapat mengurangi potensi hama. “Untuk saat ini masih aman karena baru ditanam. Namun, nanti kalau sudah berbuah, ancaman akan semakin besar. Kalau sudah begini, harus sering dipupuk agar hama tidak tumbuh,” jelas dia.
Udin mengungkapkan komoditas bawang merah merupakan produk pertanian unggulan dari Kecamatan Sanden. Setiap tahun, para petani rutin menanam sebanyak dua kali. “Untuk pemeliharaan memang butuh biaya besar, tetapi dibandingkan dengan menanam padi, bawang merah memiliki untung yang lebih besar,” katanya lagi.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Subiyah, petani bawang merah lain di Desa Sanden. Menurut dia, kunci keberhasilan menanam bawang merah terletak pada proses perawatan. Semakin petani teliti dan rutin memelihara, maka potensi terserang hama juga semakin berkurang.
“Intinya sedia payung sebelum hujan karena serangan ulat dan jamur tetap ada. Namun dengan pemeliharaan rutin maka serangan hama bisa dikurangi. Mudah-mudahan hama bisa ditanggulangi sehingga panen dapat maksimal,” katanya.
Selain berharap tidak ada serangan ulat dan jamur, Subiyah juga memiliki keinginan agar harga bawang merah bisa tetap stabil. Menurut dia, selama ini harga terus naik turun sehingga tidak ada kepastian. “Kalau sekarang masih lumayan karena dijual Rp15.000 per kilogram. Harapannya saat panen raya harga tidak turun sehingga petani tetap mendapatkan untung,” ujar Subiyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.