Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pedagang daging ayam di Pasar Argosari, Wonosari ketika melayani pembeli, Senin (18/6/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga komoditas ayam potong di Gunungkidul dinilai masih tinggi. Dinas terkait kudu segera turun tangan.
Hingga hari ini harga ayam potong di Gunungkidul masih sekitar Rp42.000 per kilogram (kg), sedikit turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp50.000 per kg. Namun penurunan itu masih jauh dari harga normal yang berada di kisaran Rp35.000 per kg.
Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Argosari Wonosari Wasiyanti mengeluhkan imbas dari masih tingginya harga tersebut berdampak pada turunnya daya beli masyarakat. Diakuinya sejak beberapa hari terakhir konsumen lebih memilih mengkonsumsi nondaging lantaran harga yang mencekik tersebut. Hanya pembeli yang bersatus langgananlah yang masih datang.
Minimnya stok daging ayam potong disinyalir menjadi penyebab kenaikan harga ini. "Hari-hari biasa saya bisa dikirimi sekitaran 70 kg, tapi beberapa hari terakhir ini saya cuma dapat 50 kilogram," kata Wasiyati, Kamis (26/7/2018).
Keluhan tidak hanya datang dari pedagang. Para pemilik rumah makan yang biasa membeli ayam potong di Pasar Argosari juga menyerukan suara yang sama. Salah satunya dikatakan oleh Bayu Prihatanto, 32. "Ya mau gimana lagi, karena harus berjualan jadi tetap beli ayam, tapi ukurannya diperkecil agar tidak rugi," kata Bayu.
Sejak kenaikan harga ini, diakui Bayu, sejumlah warung makan juga melakukan tindakan serupa. Adapun tujuan mengurangi ukuran daging ayam ini agar warungnya tidak menaikkan harga. Pasalnya jika ikut naik maka akan mematikan pasaran. "Pelanggan malah menjauh, jadi ya satu-satunya cara begini," ucap Bayu.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Suryanto berjanji akan segera mencari solusi pemecahan masalah ini. Disperindag Gunungkidul diakui dia akan berkoordinasi dengan Pemda DIY. "Karena ini masalahnya merata, tidak hanya di Gunungkidul, biar kami koordinasi dulu," ucap Suryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.