Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi DPRD
Harianjogja.com, BANTUL--Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Setiya meminta Pemerintah Kabupaten Bantul berani menaikkan target pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 mendatang sekitar Rp500 miliar.
Sebab, menurut dia, kapasitas keuangan daerah yang tercermin pada pos pendapatan di APBD merupakan gambaran kekuatan pembangunan di Bantul. "Kebutuhan belanja pembangunan makin besar. Salah satu prioritasnya adalah untuk pemberantasan kemiskinan di Bantul yang masih pada kisaran 14 persen," kata Setiya, Rabu (25/7/2018).
Berdasarkan dokumen rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD 2019 yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bantul pekan lalu, tercatat prediksi pendapatan tahun depan Rp2,26 triliun, naik dari pendapatan tahun ini Rp2,0 triliun. Pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp458 miliar, dana perimbangan Rp1,5 triliun, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp264 miliar.
Menurut Setiya, meski ada kenaikan dari APBD sebelumnya, tetapi kenaikan tersebut belum signifikan. Ia menyebut banyak potensi pendapatan yang belum digarap maksimal dan bisa menggenjot pendapatan. Misalnya dari sisi PAS yang meliputi pajak, retribusi daerah, serta keuntungan dari BUMD.
Semestinya target PAD bisa melebihi dari Rp458 miliar, karena bea perolehan hak atas tanah atau BPHTB bisa meningkat seiring makin besarnya arus jual beli tanah, terlebih bakal ada bandara di Kulonprogo nanti. Demikian juga retribusi parkir dan pariwisata bisa digenjot. "Saya berharap target PAD bisa dinaikkan hingga Rp500 miliar," ujar dia.
Selain sumber pendapatan dari PAD, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta Pemerintah Kabupaten Bantul untuk aktif mencari sumber pendapatan dari Pusat dan provinsi, seperti dana alokasi khusus (DAK). Ia berujar, DAK banyak di Pemerintah Pusat selama eksekutif rajin membuat proposal permohonan.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPAD) Bantul Sri Ediastuti mengatakan tidak ingin muluk-muluk dalam menargetkan pendapatan karena khawatir meleset dari target. Ia meyakini realisasinya nanti bakal melebihi target.
Salah satu sumber pendapatan yang selalu melebihi target, kata dia, adalah pajak daerah. Pajak daerah tahun ini ditargetkan mencapai Rp144 miliar, tetapi sampai akhir Juli ini capaiannya sudah mencapai 53,77% atau sekitar Rp77 miliar. "Masih ada waktu lima bulan lagi dan kami yakin tercapai dan melebihi target," kata Ediastuti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.