Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Anggota Karang Taruna Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon siap mengantar almarhum M Iqbal Setyawan ke Makam Balongan, Jumat (27/7/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL--Kapolres Bantul Sahat M Hasibuan masih irit bicara terkait dengan kasus pengeroyokan penonton sepak bola hingga tewas. Meski demikian, ia berjanji akan mengusut sampai tuntas kasus pengeroyokan yang menyebabkan M Iqbal Setyawan meninggal dunia.
Menurut dia, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. "Masih kami kembangkan, jadi bersabar dulu," katanya, Jumat (27/7/2018) malam.
Sahat menuturkan pihaknya sudah memeriksa saksi terkait tragedi maut di Stadion Sultan Agung, Kamis (26/7/2018) sore. Hanya saja, ia belum bisa membeberkan terkait perkembangan pemeriksaan dengan dalih belum mendapatkan laporan terkini dari reserse dan kriminal. "Tanya Kasat Reskrim saja, dia yang menangani," kata Sahat.
Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo membenarkan telah memeriksa sejumlah saksi. Meski demikian, ia menuturlan pemeriksaan belum mengarah ke pelaku karena baru sebatas saksi dari pihak korban. "Mohon doanya mudah-mudahan bisa segera diungkap sampai tuntas," kata Rudy.
Hasil pemeriksaan awal, lanjut dia, korban Iqbal tidak sendiri karena pergi dengan tiga rekannya. Saat akan keluar dari stadion, ia dicegat dan dipukuli massa. "Dia [Iqbal] satu kelompok dengan Edi, korban lain yang saat ini sedang dalam kondisi kritis. Untuk Edi, memang belum bisa dimintai keterangan, tetapi untuk rekan mereka yang selamat sudah kami mintai keterangan," ujar mantan Kasat Reskrim Polres Gunungkidul ini.
Disinggung mengenai penyebab kematian korban, Rudy menuturkan jika Iqbal meninggal karena pukulan benda tumpul dan mengalami patah di bagian leher.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.