Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Perahu nelayan disandarkan dan diikat di pohon yang berada di pesisir Pantai Driini Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul Senin (24/7)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasca gelombang tinggi yang menghantam kawasan Pantai selatan Gunungkidul, dan menyebabkan aktivitas nelayan lumpuh. Beberapa nelayan sudah mulai beraktivitas seperti biasa.
Ketua kelompok nelayan Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Sumardi mengatakan beberapa nelayan sudah mulai beraktivitas seperti biasa.
“Sudah ada melaut beberapa nelayan saat ini, namun masih belum semua nelayan yang melaut. Baru ada sekitar empat kapal yang melaut. Kalau disini nelayan ada 100 orang, kapal ada 60,” kata Sumardi, Rabu (1/8/2018).
Ia mengatakan kebanyakan nelayan saat masih berpikir-pikir untuk melaut dan melihat kondisi laut. Termasuk banyak atau tidaknya ikan menurutnya tidak menentu. “Kebanyakan nelayan masih melihat laut apakah kondisi gelombang tinggi atau landai,” katanya.
Dampak gelombang tinggi sendiri beberapa waktu lalu menurutnya tidak begitu parah bagi nelayan, karena para nelayan sudah mengantisipasi dengan menaikan kapal mereka.
Meski dampak tidak begitu parah bagi kapal-kapal nelayan menurutnya, namun ia berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi parkiran kapal. “Berharap ada parkiran yang layak, seperti dermaga itu, karena kondisi saat ini sudah terlalu penuh,” ujarnya.
Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono mengatakan saat ini kondisi gelombang di kawasan Pantai selatan sudah mulai landai, dan dirasa sudah aman.
“Sudah mulai landai kalau saat ini gelombangnya. Beberapa kapal memang sudah mulai melaut. Tinggi gelombang sendiri saat ini 1,5 meter, ya landai sudahan,” kata Marjono.
Dampak gelombang tinggi sendiri yang menimbulkan beberapa kerusakan di kawasan pantai mulai beberapa waktu lalu sudah dibersihkan, baik dari Tim SAR, dinas terkait, maupun masyarakat.
Meski belum ada info lagi terkait gelombang tinggi Marjono menghimbau untuk gazebo tidak kembali didirikan terlalu dekat dengan pantai karena berbahaya.
Dampak lainnya yang kemarin sempat terjadi di Pantai Baron yaitu terancamnya pipa PDAM yang jika patah dapat menyebabkan kekeringan saat ini sudah kembali tertutup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor