Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Kompol Yugi Bayu (kedua dari kiri) menunjukkan barang bukti celurit saat jumpa pers di Polsek Mlati, Kamis (9/8/2018)./Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, SLEMAN- Polsek Mlati meringkus dua pemuda yang hendak berduel dengan membawa senjata tajam. Mereka hendak adu jantan merebutkan seorang perempuan pujaannya.
Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu mengatakan dua pemuda yang ditangkap adalah Oxsan Ade Putra, 22, warga Sinduadi, Mlati, dan Anugrah Fajar Setiawan, 21, warga Donokerto, Turi. Mereka ditangkap lantaran mengacung-acungkan celurit kepada warga Pogung Rejo, Sinduadi, Mlati pada Kamis (2/8/2018) lalu.
Kedatangan kedua pemuda ini bermaksud untuk menemui seorang warga setempat untuk berduel. "Ada masalah pribadi dengan seorang warga setempat, salah satu dari mereka mengacungkan celurit ke arah warga," kata dia saat jumpa pers di Polsek Mlati, Kamis (9/8/2018).
Hal itu pun memancing perhatian dan emosi warga sehingga keduanya sempat dikeroyok warga dan kemudian diserahkan ke Polsek Mlati. Belum sempat bertemu dengan orang yang dituju, keduanya harus meringkuk di sel tahanan Polsek Mlati. Keduanya dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat RI no 12 tahun 1951 dengan hukuman 10 tahun penjara.
"Barang bukti yang kami amanan sebilah celurit dan kerambit," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku Oxsan mengakui membawa celurit itu hanya untuk berjaga-jaga saja. Ia mendapatkan celurit itu dari seorang temannya yang menjual celurit seharga Rp150.000.
Kedatanganya ke Pogung Lor dengan mengajak Anugrah, tidak lain adalah untuk menemui seorang warga setempat yang menantangnya berduel. Warga berinisial K yang menantangnya berkelahi itu cemburu lantaran Oxsan beberapa kali mengajak berkencan seorang wanita yang disukai K.
"Ada yang punya masalah sama saya. Dia [K] warga situ. Nantang karena dia nggak terima mantannya jalan sama saya selama lima hari," ungkapnya.
Lanjutnya lagi, K cemburu karena melihat foto sang mantan bersamanya di media sosial. Kemudian, rekan Oxsan pun memyampaikan hal tersebut kepadanaya bahwa K mengajaknya duel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.