Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman pada Kamis (9/8/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Marsda TNI Anumerta Abdulrahman Saleh akan menggantikan nama Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Sleman. Saat ini, masih dalam tahap pengurusan di Pemprov DIY.
Plt Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo mengatakan wacana mengganti nama RSUD Sleman itu muncul dari adanya dorongan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) agar tiap rumah sakit daerah mempunyai nama khusus.
"Kami pilih Abdulrahman Saleh karena selain penerbang, juga dosen dan dokter yang sangat berjasa, peristiwa teetembaknya pesawat Abdulrahman Saleh menjadi peristiwa penting," kata Joko pada Kamis (9/8/2018). Joko mengatakan saat ini pihaknya masih dalam proses penggantian nama di tingkat provinsi.
"Kalau Gubernur, Sekda Provinsi sudah, baru nanti kami urus agar diperdakan di DPRD [Dewan Perwakilan Rakyat Daerah] Sleman, karena pergantian nama RSUD itu harus ada perdanya," ujarnya.
Joko mengatakan pihaknya juga sudah meminta izin pihak keluarga untuk menjadikan Abdulrahman Saleh sebagai nama rumah sakit. "Sabtu ini, anaknya rawuh ke rumah sakit, lihat apakah rumah sakit ini layak dijadikan nama Abdulrahman Saleh atau tidak," jelasnya.
Sebelumnya, beberapa rumah sakit pun berganti nama Rumah Sakit Umum (RSU) Tegalyoso Klaten menjadi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, sementara RSUD Wates akan berganti nama menjadi dr. Sulaiman. Sebelumnya, Joko mengatakan Pemkab Sleman menginginkan nama dr. Wahidin Soedirohusodo menjadi nama RSUD Sleman, namun nama itu sudah dipakai menjadi rumah sakit di Makasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.