Jalan Godean Rawan Kecelakaan, Bupati Sleman Perintahkan PJU dan Lubang Jalan Dicek
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
Ilustrasi ujian nasional./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi bentuk soal multiple choice atau pilihan ganda saat ujian nasional. Model pilihan ganda dinilai tidak mendorong anak untuk berpikir out of the box.
Mendikbud Muhadjir Effendy menilai seharusnya peserta siswa diajari untuk berkreasi. Sayangnya model ujian yang diterapkan selama ini masih belum menjadikan siswa untuk kreatif.
"Saat ini saya belum merasakan kreativitas siswa dengan model ujian seperti itu. Karena soal masih pilihan ganda, memilih apa yang diajarkan saja,” ucapnya saat membuka Gelar Karya Kursus dan Job Fair di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (11/8/2018).
Oleh karenanya, dalam Ujian Nasional (UN) tahun depan direncanakan ada penambahan jenis soal esai sehingga tidak semua soal berupa pilihan ganda. Soal berupa esai juga bagian dari soal jenis high order thingkin skill (HOTS) yang sudah dipakai saat UN tahun ini. Prosentase nilainya juga akan ditambah, lebih dari 20%.
“Ada soal short esai, tidak hanya multiple choice,” ungkapnya.
Mantan Rektor Uiversitas Muhammadiyah Malang itu menilai kemampuan siswa berpikir out of the box tersebut yang nantinya akan menciptakan karya kreatif. Hal itu yang akan didorong pemerintahan.
"Orang yang cerdas itu orang yang kreatif dan melakukan tindakan dengan tepat," ujarnya.
Ada empat fokus bidang keterampilan yang didorong pemerintah saat ini. Muhadjir menyebut keempat bidang tersebut meliputi kelautan, pariwisata termasuk kuliner, pertanian yang mengarah pada pengolahan hasil serta industri kreatif.
“Dalam pemerintahan Jokowi saat ini berbagai ketrampilan dan kemahiran termasuk pekerjaan kreatif sangat didorong,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan karena tidak memiliki sumber daya alam, selama ini Jogja mengandalkan kemampuan sumber daya manusia (SDM). Hal itu sesuai RPJMD Jogja yaitu unggul dalam sektor jasa sehingga SDM di Jogja dibekali kemampuan untuk siap bersaing.
"Kami siapkan siswa unggul dalam pendidikan maupun keterampilan,” katanya.
Agar siswa dapat bersaing di era globalisasi ini, kata Heroe, mereka tidak hanya membutuhkan ijazah pendidikan formal tetapi juga sertifikasi kemampuan. Saat ini banyak lembaga kursus yang membekali siswa untuk bersaing secara global.
"Keterampilan yang dimiliki bisa dibuktikan dengan sertifikasi. Ini untuk mempertanggungjawabkan kursus serta menjaga kualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
Cek perbandingan harga baru dan bekas BYD Atto 3, Dolphin, Chery Omoda 5, dan Wuling Alvez pada September 2026.
Pengumuman MagangHub 2026 Batch 2 Angkatan II dijadwalkan 18 September. Cek cara melihat hasil seleksi dan tahapan setelah lolos.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Brentford vs Chelsea tersaji di Gtech Community Stadium. The Bees belum terkalahkan, sementara Chelsea dibayangi masalah pertahanan dan sejumlah pemain cedera.
Harga mobil LCGC bekas September 2026 mulai Rp65 jutaan. Cek kisaran Agya, Ayla, Brio Satya, Calya, Sigra, GO+, dan Karimun Wagon R.