Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi KTP elektronik./Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman melakukan perekaman data e-KTP dengan mendatangi sekolah-sekolah. Sistem jemput bola ini diyakini mampu menjaring remaja yang berpotensi masuk dalam daftar calon pemilih untuk Pemilu 2019.
Kepala Disdukcapil Sleman, Jazim Sumirat, mengatakan berdasarkan data panitia pendaftaran pemilih atau pantarlih, ada 9.000 potensi pemilih pemula di Sleman. Namun data tersebut belum berdasarkan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). "Setelah kami verifikasi jumlahnya [pemilih pemula] sekitar 5.000," kata Jazim saat ditemui di kantornya, Rabu (15/8/2018).
Data sekitar 5.000 calon pemilih tersebut kemudian diinformasikan kepada pemerintah kecamatan untuk bisa ditindaklanjuti dengan perekaman data e-KTP. Setiap hari petugas datang ke SMA/SMK untuk menjaring para pelajar melakukan perekaman data e-KTP. Cara ini ditempuh karena para siswa tidak familiar dengan desa atau kecamatan yang berwenang terhadap perekaman data kependudukan.
Perekaman mulai dilakukan terhadap pelajar usia 16 tahun. "Saat mereka ulang tahun [ke-17] nanti, [kepingan e-KTP] bisa langsung dicetak dengan menunjukkan surat tanda terima," tuturnya. Ia menargetkan data kependudukan dari 5.000 pelajar ini dapat terekam maksimal akhir tahun ini.
Kepala SMAN 1 Pakem, Kristya Mintarja, mengatakan sekolahnya pernah didatangi tim dari Disdukcapil beberapa bulan lalu untuk melakukan perekaman data siswa. Saat itu ada sekitar 20 siswa yang memanfaatkan layanan perekaman data ini. Ia menyambut baik upaya tersebut karena membawa keuntungan bagi dinas maupun sekolah. "Secara umum memang lebih baik karena tidak mengganggu siswa harus izin urus KTP," ujarnya.
Ia berharap program jemput bola ini terus dilakukan. Ia juga ingin proses pencetakannya bisa cepat dilakukan. "Saya enggak tahu apakah yang [sudah terekam] kemarin sudah dicetak atau belum, atau justru langsung didistribusikan ke desa di mana siswa tinggal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Muhammadiyah Games 2026 resmi dibuka di UAD, jadi ajang pembinaan atlet dan kompetisi olahraga lintas jenjang pendidikan.
PPIH Arab Saudi siapkan skema murur haji 2026 agar lansia tak turun di Muzdalifah demi kelancaran Armuzna.