Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Tim Basarnas DIY memulai pencarian korban yang menceburkan diri ke Sungai Progo, Kamis (26/7/2018). /Ist-Dok Basarnas
Harianjogja.com, SLEMAN--Setelah melakukan pencarian, tim SAR dari Basarnas DIY temukan korban laka sungai di Sungai Progo pada 10.45 WIB Sabtu (18/8/2018). Korban ditemukan meninggal setelah sehari sebelumnya ada laporan korban laka sungai.
Humas Basaranas DIY Pipit Eriyanto mengatakan pihaknya melakukan pencarian di Sabtu (18/8/2018) dari pukul 06.30 WIB. "Baru pada pukul 10.45 WIB ada laporan korban sudah ditemukan di dam dekat dengan lokasi awal laporan kemarin Jumat [17/8/2018]," ungkap Pipit pada Harianjogja.com (18/8/2018).
Pipit mengatakan pada Jumat (17/8/2018) ada laporan dari warga perihal laka sungai. Setelah ditelusuri, korban tersebut yaitu Pujo Utomo, 75. Laporan tersebut masuk pada pukul 16.50 WIB, namun setelah tim SAR melakukan pencarian dan belum juga ditemukan, maka pencarian dilakukan esok harinya.
Pipit menjelaskan berdasarkan laporan saksi, korban tersebut hanyut ke sungai setelah sebelumnya akan menyeberang mendatangi rumah saudaranya. "Diperkirakan karena jatuh, dan sudah berusia lanjut juga," katanya.
Menurut Pipit kondisi korban saat ditemukan masih bisa dikenali. Setelah keluarga korban memastikan mayat yang ditemukan oleh tim SAR adalah Pujo Utomo, maka keluarga membawanya ke rumah duka.
Tim SAR yang diterjunkan pada Sabtu berjumlah sekitar 30an orang. Tim SAR dibagi dua tim, tim pertama mencari di sekitar lokasi laporan pertama, sedangkan tim kedua mencari ke arah Selatan dari lokasi laporan.
"Setelah ditemukan dan sudah dipastikan yang ditemukan adalah korban laka sungai kemarin, maka operasi dihentikan," ujar Pipit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.