Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Peserta upacara menggunakan baju daerah dan tokoh pewayangan saat mengikuti upacara bendera peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Lapangan Balairung UGM, Sleman, Jumat (17/08)./Harian Jogja- Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan pemuda dan mahasiswa Papua mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 73 di Balaikota Jogja, Jumat (17/8/2018). Keikutsertaan mereka dalam upacara tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan.
Dalam kegiatan itu, untuk pertama kalinya, puluhan mahasiswa asal Papua turut mengikuti upacara detik-detik proklamasi.
Para mahasiswa Papua itu berasal dari Asrama Papua Kemasan Jogja. Sedianya yang ikut serta sebanyak 50 orang, namun karena keterbatasan tempat hanya 20 orang saja yang mengikuti upacara. Para mahasiswa Papua ini membentuk barisan bersama peserta lain.
Upacara bendera sendiri dipimpin Walikota Jogja Haryadi Suyuti. Mereka pun turut memberikan hormat ketika bendera merah putih dikerek di tiang bendera.
"Selama ini kami tidak pernah ikut upacara HUT Kemerdekaan. Ini kali pertama kami ikut. Rasanya senang,” kata Ketua Asrama Mahasiswa Papua Jogja Linus Kogoya.
Menurut Linus selama ini para mahasiswa Papua tidak pernah terlibat dalam kegiatan upacara kemerdekaan seperti seperti dilakukan masyarakat. “Kami tidak pernah diajak atau dilibatkan. Tapi setelah hari ini, kami akan ikut terus ikut upacara,” ujarnya.
Keikutsertaan mereka mengikuti upacara bendera tersebut, kata Linus, tidak ada unsur paksaan. Semua dilakukan atas kesadaran sendiri karena bagian dari NKRI. “Selain keinginan sendiri, orang tua kami para mahasiswa Papua (KRT Poerbokusumo) juga ikut datang,” ujar Linus.
Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Poerbokusumo yang dimaksud Linus adalah Romo Acun Hadiwidjojo. Acun merupakan cucu dari Raja Keraton Sri Sultan HB VIII. Oleh komunitas mahasiswa Papua, Acun dianggap sebagai bapak. "Sebagai orang yang dituakan dan dianggap sebagai bapak, saya merasa terharu dengan sikap mereka," kata Acun.
Selama ini, keberadaan mahasiswa Papua di Jogja seringkali dianggap penuh masalah. Suka demo, dan bertindak anarkis. "Hari ini masyarakat bisa melihat jika mereka juga punya rasa nasionalisme sebagai bagian Indonesia,” ujarnya.
Usai upacara bendera itu, para mahasiswa Papua secara simbolis menyerahkan karangan bunga kepada Walikota Jogja. Karangan bunga juga diberikan kepada Dandim 0734 Jogja Letkol Inf Bram Pramudia, serta Kapolresta Jogja AKBP Armaini. Pemberian bunga itu sebagai simbol rasa syukur dan bisa ikutserta dalam upacara hari kemerdekaan.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti menilai keikutsertaan anak-anak Papua pada kegiatan tersebut semakin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pemberian bunga yang dilakukan mereka juga sebagai hubungan harmonis dan tanda cinta terhadap Jogja maupun cinta tanah air.
Dia berharap keikutsertaan mereka menjadi tradisi tahunan setiap upacara resmi Hari Kemerdekaan RI di Balaikota. Alasannya, HUT RI merupakan milik semua bangsa. "Tahun ini lebih istimewa karena hadirnya adik-adik pelajar dan mahasiswa Papua yang merepresentasikan bagian dari NKRI," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.