Kawasan Industri Gunungkidul Diperluas Jadi 1.500 Hektare
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Aktivitas pembuangan sampah di TPST Piyungan. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Pengelolaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan rencananya akan diserahkan ke pihak ketiga dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Meski demikian, keberadaan investor masih sebatas melihat lokasi dan belum ada yang serius untuk mengelola sampah yang ada.
Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan (Pisamp) DIY, Agung Satrio mengakui usia TPST Piyungan tidak akan lama lagi karena sudah sangat over kapasitas. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan inovasi berbasis teknologi dalam pengelolaan.
Untuk saat ini, pemanfaatan teknologi sudah disiapkan dan sudah memasuki tahap kajian. Rencananya di dalam pengelolaan juga tidak dilakukan sendiri karena akan melibatkan pihak ketiga. “Konsepnya pengelolaan dengan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau dipihakketigakan,” katanya, Rabu (26/9/2018).
Menurut dia, meski masih di tahap perencanaan, tetapi sudah banyak investor yang datang ke lokasi. Total, Agung mengaku ada 10 investor yang meninjau ke lokasi. Hanya, semuanya belum memiliki niat serius untuk mengelola.
“Masih sebatas melihat-lihat dan banyak alasan yang diungkapkan saat ditanya terkait dengan pengelolaan, mulai dari kapasitas sampah yang masih kecil hingga masalah pemanfaatan teknologi yang akan digunakan,” kata dia.
Menurut Agung, belum ada investor yang serius menggarap bukan menjadi soal karena proses kajian masih terus dilakukan. Meski demikian, untuk menangani masalah sampah yang makin menumpuk, Balai Pisamp melakukan beberapa langkah seperti optimalisasi lahan hingga pengadaan alat baru untuk pengelolaan.
Dia mencontohkan untuk optimalisasi lahan dilakukan dengan membuat talut. Manfaat pembuatan talut, selain menambah cakupan area penampungan juga sebagai upaya menanggulangi longsor.
“Biar efektif lagi di pembahasan APBD Perubahan juga mengusulkan pengadaan alat berat baru untuk meratakan sampah ke tempat yang masih kosong,” katanya lagi.
Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan TPST Piyungan, Sarjani mengatakan operasional TPST sudah over kapasitas. Untuk pengolahan hanya memaksimalkan lahan yang masih tersedia.
“Kami optimalkan yang ada karena sebenarnya TPST harus ditutup sejak 2012 lalu. Meski demikian, kami tetap berusaha agar lokasi tetap bisa digunakan untuk menampung sampah dari Sleman, Bantul dan Kota Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
Polresta Sleman menyiapkan gelar perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak untuk menentukan peningkatan kasus ke tahap penyidikan.
Warga Kalibawang mendukung rencana RSUD di utara Kulonprogo dan siap melepas lahan dengan syarat UGR wajar serta tenaga kerja lokal dilibatkan.