Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Meisya dan Meikha tengah digendong ibunya Eka Handayani di rumahnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Semin, Gunungkidul. /Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Bayi kembar siam bernama Meisya dan Meikha yang berasal dari Kecamatan Semin saat ini dalam kondisi sehat. Meski demikian pemantauan akan terus dilakukan oleh pihak terkait.
"Yang pasti saat ini sehat, tidak ada keluhan dan semoga tetap baik-baik saja," ucap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, Kamis (27/9/2018).
Dewi mengatakan untuk memastikan kesehatan bayi kemnar siam tersebut, pihaknya telah memantau dengan menugaskan Puskesmas Semin II. Hal ini guna melakukan pengecekan berkala terhadap tumbuh kembang anak dari pasangan Ari Sahyana, 28, dan Eka Handayani, 27, tersebut. "Saat ini juga sudah ditangani RS. Sarjito, semoga ke depan baik-baik saja," ucap Dewi.
Menyoal penangan medis apa yang akan dilakukan, Dewi enggan berkomentar. Menurutnya itu wewenang dokter spesialis dari RS. Sarjito.
Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Samin II, Titin Hendrawati mengatakan sejauh ini kondisi bayi kembar siam tersebut baik-baik saja. Namun tumbuh kembang bayi berumur empat bulan itu diakuinya sedikit terganggu.
"Normalnya di usia empat bulan biasanya [bayi] bisa tengkurap. Tapi dengan kondisi bayi yang seperti itu kan mungkin tidak bisa tengkurap. Selebihnya sehat," ujarnya.
Diungkapkan Titin, bayi kembar siam tersebut belum pernah mengikuti program posyandu dan imunisasi. Padahal kedua program ini kata Titin penting diikuti guna mengetahui tumbuh kembang dan kesehatan si bayi.
Titin menjelaskan alasan kedua orang tua bayi kembar siam ini belum mengikutsertakan anaknya di kegiatan posyandu dan imunisasi karena sejumlah alasan. Untuk posyandu, ibu si bayi, Eka, kata Titin khawatir anaknya akan terbelit sarung timbangan.
Sementara soal belum dilakukannya imuniasi, dia menduga kedua orang tua si bayi kurang paham mengenai tatacara imunisasi bagi bayi dengan kondisi khusus. "Kalau perkiraannya, itu mungkin dikira ibunya [imunisasi] bisa di puskesmas. Tetapi kan karena perawatan dari awal dari Sardjito, bayi lahir di sana terus ibunya itu belum ke sana," ujarnya.
Titin mengatakan kedua orang tua bayi itu belum menghendaki untuk melakukan operasi dalam waktu dekat. Sebab dengan usia Meikha dan Meisya yang masih belia dikhawatirkan bisa terjadi pendarahan saat operasi.
"Mereka [orang tua bayi] baru mau konsultasi ke RS Sarjito saat usia bayi sudah menginjak enam bulan," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Meisya dan Meikha merupakan bayi kembar siam yang kini berusia empat bulan. Bayi kembar siam yang dempet dari dada sampai kaki itu merupakan anak dari pasangan Ari Sahyana, 28, dan Eka Handayani, 27, asal Desa Sumberejo, Kecamatan Semin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.