Ini yang Dilakukan Disdik Sleman untuk Tingkatkan Bimbingan terhadap Anak

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Senin, 01 Oktober 2018 06:17 WIB
Ini yang Dilakukan Disdik Sleman untuk Tingkatkan Bimbingan terhadap Anak

Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman sosialisasikan Jam Belajar Masyarakat di Dusun Santren, Desa Caturtunggal, Depok pada Minggu (30/9/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman menyosialisasikan Jam Belajar Masyarakat (JBM) di Dusun Santren, Desa Caturtunggal, Depok pada Minggu (30/9/2018). Nantinya, Disdik akan galakkan jam belajar dengan pendampingan guna meningkatkan bimbingan anak di lingkungan keluarganya.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdik Sleman Eko Suharyono mengatakakan acara sosialisasi dilakukan di pedukuhan untuk awal di Dusun Santren, Desa Caturtunggal, Depok. Ia mengatakan gerakan JBM itu dilakukan sebagai bagian dari pengaplikasian nilai-nilai tri pusat pendidikan.

"Ki Hajar Dewantara mengajarkan tri pusat pendidikan yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat, maka kami coba aplikasikan melalui JBM," ujar Eko pada Minggu (30/9/2018).

Eko mengatakan JBM bertujuan agar anak-anak terhindar perilaku negatif siswa. "Sekarang ini banyak problem kita, di antaranya klithih, penggunaan nafza, dan banyak lagi, dengan JBM setidaknya bisa mengurangi prilaku negatif itu," ungkapnya.

Menurutnya, Disdik Sleman akan memberikan pendampingan pada dusun-dusun di Sleman dalam menerapkan JBM. "Nantinya dalam satu kecamatan itu ada satu dusun yang akan didampingi, dan itu nanti harapannya satu dusun bisa menyebarkan ke dusun lainnya," ujar Eko.

JBM akan diterapkan selama dua jam dari pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB. Berdasarkan data dari Disdik Sleman, di Sleman terdapat 196.388 penduduk berusia sekolah mulai dari SD sampai SMA. Eko mengatakan penanda dimulainya JBM tersebut bisa melalui kentongan, sirine, dan pengumuman di masjid.

Sementara itu, warga Dusun Santren, Desa Caturtunggal, Depok, Suwarno mengatakan JBM bisa dilakukan dengan efektif ketika warga mendukung juga. "Dengan JBM bisa menghindarkan anak-anak dari prilaku negatif," ujarnya.

Ia mengatakan penerapan di Dusunnya akan dilakukan dengan membuat tim, mulai dari tingkat RT dan RW. "RT RW bisa mendukung juga melakukan bimbingan," kata Suwarno.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online