Agar Lebih Menarik, Penataan Pantai Glagah Libatkan Pelaku Wisata

Pantai Glagah. - Harian Jogja/Desi Suryanto
30 September 2018 16:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOPenyusunan detail engineering design (DED) Pantai Glagah yang melibatkan pihak ketiga akan dibuat dengan tetap mengakomodasi dan melibatkan pelaku wisata setempat.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Rochedy Goenoeng, mengungkapkan penyusunan rencana induk dan rencana DED juga akan mengoptimalkan pemanfaatkan sisa-sisa lahan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Bentuk akomodasi terhadap pelaku wisata misalnya dalam hal penataan lapak pedagang yang ada di kawasan pemecah ombak. Saat ini keberadaan lapak pedagang dikeluhkan oleh sejumlah wisatawan dan dianggap cukup mengganggu keindahan pemandangan Pantai Glagah. "Terkesan kumuh, kami akan mencoba menatanya. Akan ada zona baru yang bisa dipakai berjualan," kata dia, Minggu (30/9/2018).

Selain penataan lapak pedagang, rencana induk dan DED akan mengembangkan dermaga wisata Pantai Glagah dan camping ground yang dikemas modern dan kekinian. "Nanti konsep penataan sangat modern," katanya.

Keterlibatan lain pelaku wisata dan masyarakat sekitar pantai sedianya dimunculkan dalam penyediaan lahan parkir. Area parkir akan melibatkan lahan masyarakat di depan tempat pemungutan retribusi (TPR). Selanjutnya transportasi ke objek wisata akan disediakan moda transportasi khusus, sehingga lalu lintas di dalam kawasan pantai tidak semrawut.

Menurut dia dengan konsep penataan Glagah seperti itu diyakini pemandangan Pantai Glagah semakin menarik dan menawan. Wisatawan, pedagang dan masyarakat sekitar akan benar-benar dimanjakan oleh Pantai Glagah dan pendukungnya. "Di laguna akan ditambah jetsky ukuran kecil. Itu bisa dikelola oleh warga atau pelaku wisata," ujarnya.

Anggota Pansus Raperda Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) DPRD Kulonprogo, Arismawan, mengharapkan hal serupa yaitu penataan Pantai Glagah tidak meninggalkan pelaku wisata dan masyarakat Glagah yang sudah berjuang sejak awal mengembangkan pariwisata di kawasan tersebut.