Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi, saat memberikan materi dalam pelatihan kemasan kepada 30 pelaku usaha di Dinas Perdagangan Bantul, Senin (22/10/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bantul mengikuti pelatihan cara pengemasan produk yang digelar Dinas Perdagangan Bantul, Senin (22/10). Mereka terdiri dari pelaku usaha kuliner, kerajinan kulit, batik, dan kayu.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi mengatakan banyak produk UMKM di Bantul yang sebenarnya kualitasnya tidak kalah dengan produk luar Bantul, bahkan beberapa produk lebih berkualitas. "Namun karena kemasanya kurang menarik sehingga kalah di pasaran," kata Subiyanta.
Dia mengatakan ada lebih dari 50.000 pelaku UMKM di Bantul yang sebagian besar adalah produk asli bantul, sebagian lainnya adalah hasil kreasi olahan produk yang sudah ada. Meski produk yang dibuat itu banyak yang sama dengan produk dari luar Bantul, namun dengan pengemasan yang bagus bisa menjadi nilai tambah.
Subiyanta mencontohkan produk bakpia yang marak di DIY. Sebagian orang sudah mengetahui bentuk dan rasa bakpia. Tapi cara pengemasan yang bagus, konsumen akan tertarik, "Orang beli barang rata-rata yang dilihat pertama adalah kemasannya. Baru kemudian kualitas produknya," ucap dia.
Selain cara mengemas, Subiyanta juga meminta pelaku usaha pandai dalam memanfaatkan media Internet sebagai ajang promosi produk. Media Internet diakuinya dapat menekan biaya promosi karena lebih praktis dan jangkauan lebih luas.
Jika produk sudah dikemas dengan baik, pihaknya akan berupaya membantu mempromosikan melalui pameran-pameran baik di Bantul maupun luar daerah, bahkan luar negeri. Subiyanta mengklaim sudah ada beberapa negara yang tertarik dengan produk dari Bantul, salah satunya adalah wedang uwuh.
Oleh sebab itu dia meminta agar produk yang dikirim ke luar negeri nanti dalam kemasan yang bagus dan menarik, serta mencantumkan keamanan dan kesehatan pangan sebagai tuntutan konsumen.
Agus Sumardoso, pemilik usaha Bakpia Tiga Mutiara yang juga didapuk sebagai narasumber dalam pelatihan itu mengatakan alasan pentingnya kemasan produk di antaranya adalah membuat brand lebih kuat, menarik perhatian, memfasilitasi keputusan pembeli, sebagai bentuk komunikasi visual dari produsen ke konsumen, media promosi, dan memberikan sugesti pada konsumen agar menimbulkan keinginan untuk membeli.
Agus pun berbagi soal kesuksesan usahanya. Beberapa modal usaha yang harus dimiliki sebenarnya bukan uang tapi senang dan cinta terhadap usaha yang sedang digeluti dan memahami proses usaha. "Yang terjadi selama ini banyak orang berbisnis tetapi tidak memahami proses usaha itu sendiri. Mereka melihat keberhasilan orang lain tanpa mengetahui seberapa lama usaha dan seberapa tekun dia menjalani usaha itu," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Jumlah BPR di DIY turun menjadi 52 hingga Triwulan II 2026. OJK menyebut konsolidasi masih berlanjut hingga akhir tahun.
Telkom Akses meraih tiga penghargaan TOP GRC Awards 2026, termasuk Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026.
Komnas HAM mengecam penembakan tiga ASN Jayawijaya dan mendesak Polda Papua mengusut pelaku secara transparan dan akuntabel.
Hakim kembali menolak praperadilan eks Waka BGN Lodewyk Pusung. Status tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG tetap sah.
Basarnas mengerahkan Kopaska, BSG, dan KRI Canopus untuk mencari 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.