Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto (kanan) menerima penghargaan sebagai Dosen Kehormatan dari UIN Sunan Kalijaga yang diserahkan oleh rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi, Sabtu (3/11/2018)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menghadiri seminar nasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (3/11/2018). Menteri mengajak anak muda menumbuhkan rasa memiliki NKRI dan menghilangkan sifat egosentris atau menilai sesuatu hanya dari sudut pandangnya sendiri.
Ia mengatakan, NKRI menjadi tempat Bangsa Indonesia lahir, bekerja, dan sampai mati. Untuk itu NKRI perlu dimiliki dan dibela dari ancaman yang muncul seperti terorisme dan narkoba.
"Kalau enggak merasa memiliki NKRI itu kebangetan. Apalagi enggak membela [NKRI] itu khianat. Kita wajib membela karena tempat kita lahir sampai mati," katanya dalam pidatonya, Sabtu.
Rasa memiliki NKRI bisa ditunjukkan dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengatakan mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, tetapi dalam membangun NKRI, sifat egosentris harus dihilangkan. Jika muncul kesadaran menghilangkan sifat egosentris maka akan menghasilkan toleransi. Apabila toleransi sudah terwujud akan menghasilkan mufakat.
"Kalau [egosentris] ini disingkirkan Indonesia enggak ada ribut-ribut. Enggak ribut soal pembakaran bendera," katanya.
Wiranto mengatakan Indonesia tanpa bersatu tidak mungkin merdeka, berdaulat, dan mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Bersatu bisa diwujudkan dalam banyak hal. Di bidang politik misalnya, politikus tidak boleh liar dan egois karena bekerja demi kesejahteraan umat.
"Jika dalam perjalanannya [politikus] menyengsarakan umat, ya ngawur. Kalau Pak Jokowi bilang politikus sontoloyo, saya setuju itu," katanya.
Wiranto mengatakan, berdasarkan sebuah survei, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar pada 2030 mendatang. Untuk itu dibutuhkan semangat persatuan bangsa untuk mewujudkan Indonesia sebagai raksasa ekonomi.
"Masa dikatakan 2030 kita bubar. Hidup itu harus optimistis. Hidup kok pesimistis itu bagaimana. Tapi tidak usah dilanjutkan nanti malah jadi trending topic," ujar dia.
Dalam seminar nasional tersebut, kehadiran Wiranto sekaligus secara simbolis menutup rangkaian Pekan Pancasila dan Bela Negara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia juga mendapat penghargaan sebagai Dosen Kehormatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.