Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi pergelaran seni untuk mengundang wisatawan./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Tren wisatawan mancanegara tahun depan diprediksi lebih mengutamakan pada eksperimen atau pengalaman kehidupan di masyarakat (live in). Kota Jogja pun terus berbenah menghadapi tren tersebut dengan memberikan pengalaman wisata budaya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono mengatakan keberadaan kawasan cagar budaya di Jogja diyakini akan meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Apalagi, kawasan cagar budaya yang ada di Jogja terus ditata dan dibenahi. Termasuk kawasan Malioboro, Kotabaru dan Kotagede. "Penataan di kawasan cagar budaya ini akan semakin menguatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Jogja,” katanya, Kamis (8/11).
Selain itu, lanjut dia, keberadaan kampung wisata juga akan jadi daya tarik wisatawan karena menawarkan pengalaman langsung tentang seluk beluk budaya di kampung. "Kami juga menguatkan unsur ekonomi kreatif di kampung-kampung wisata. Ini dilakukan agar wisatawan tidak hanya menikmati pengalaman merasakan kehidupan warga, tetapi mereka juga bisa berbelanja aneka produk yang ditawarkan,” katanya.
Dispar, kata dia, sampai saat ini juga terus memproses akreditasi kampung wisata setidaknya delapan kampung wisata tahun ini. Dia berharap nantinya 17 kampung wisata di Jogja bisa berakreditasi. Hal ini dilakukan agar minat kunjungan wisman ke Jogja terus meningkat.
"Tahun ini kami menargetkan jumlah kunjungan wisman 400.000 orang. Untuk target 2019, akan ditetapkan berdasarkan pencapaian target tahun ini. Tentunya, akan lebih banyak lagi,” katanya.
Terpisah, Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY Udhi Sudiyanto mengatakan wisatawan mancanegara semakin menyukai wisata yang bisa memberikan mereka pengalaman baru dengan mengetahui dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti pengalaman menanam padi, memetik teh atau kopi dan kemudian memprosesnya menjadi minuman yang bisa dinikmati. "Jenis wisata seperti itu sekarang sedang menjadi tren di kalangan wisatawan mancanegara sehingga perlu terus dikembangkan. Semua pihak harus menyiapkan ini," katanya.
Wisata budaya yang mengutamakan pengalaman tersebut perlu terus diolah dan disempurnakan sehingga jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DIY akan semakin meningkat. Apalagi, Indonesia versi Lonely Planet menjadi salah satu dari 10 negara yang direkomendasikan untuk dikunjungi pada 2019. "Ini adalah anugerah sekaligus tantangan,” katanya.
Sejumlah objek wisata budaya yang sudah dikenal di antaranya Candi Prambanan dan Keraton Ngayogyakarta juga tetap menjadi tujuan yang tidak akan dilewatkan oleh wisatawan mancanegara. “Hanya, di objek-objek wisata yang menjadi ‘higtlight’ tersebut juga tetap perlu terus dibenahi. Misalnya fasilitas toilet yang sesuai dengan standar internasional. Ini adalah tantangan yang harus bisa dijawab dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri