PDAM Sleman Petakan Wilayah Rawan Air Hadapi Kemarau Panjang
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
Ilustrasi PMPS Sekaten./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Seiring dengan ditetapkannya Grebeg Maulud pada Rabu (19/11/2018), maka penutupan event Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) pun mundur sehari dari yang dijadwalkan.
Penutupan sejumlah wahana oleh polisi dan Pemkot beberapa waktu lalu dinilai mempengaruhi target pendapatan dari agenda tahunan yang diselenggarakan di Alun-Alun Utara itu.
Ketua Tim Pemanfaatan Lahan PMPS Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Evi Wahyuni mengatakan kegiatan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) sendiri akan ditutup pada Selasa (20/11/2018) sore.
Penutupan PMPS tersebut mundur satu hari dari jadwal yang awalnya ditentukan pada Senin (19/11/2018). Hal itu dikarenakan pelaksanaan Grebeg Maulud sendiri digelar pada Rabu. "Jadi penutupan PMPS sore ini pukul 18.00 WIB karena garebeg digelar Rabu. Ada pergeseran pelaksanaan Garebeg berdasarkan perhitungan dari Kraton Jogja," kata Evi.
Disinggung soal target pendapatan sebesar Rp1 miliar yang sudah ditetapkan sebelumnya, dia mengaku belum tahu pasti, tahun ini tercapai atau tidak. Pasalnya, penghitungan secara keseluruhan baru dilakukan setelah penutupan PMPS.
Meski begitu dia tak menampik adanya pengaruh penutupan 15 wahana permainan yang terdiri dari delapan wahana bianglala dan tujuh wahana kora-kora terhadap pendapatan keseluruhan PMPS. Seperti diketahui, pascainsiden terbaliknya gerbong wahana bianglala beberapa hari lalu, polisi dan Pemkot menghentikan operasional 15 wahana permainan yang dinilai ekstrem sebelum adanya standardisasi keamanan pengunjung.
"Kami masih menunggu penghitungan hingga PMPS ditutup. Pastinya ada pengaruhnya [setelah beberapa wahana permainan ditutup]. Nanti kami infokan lebih lanjut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.