Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kepala Dispusip Bantul, Agus Sulistiyana (kiri) saat sosialisasi pelatihan cara baca cepat (smart reading) untuk siswa SD dan SMP di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul, beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul mengoptimalkan berbagai pelayanan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Salah satunya adalah dengan menggenjot jumlah pemustaka di perpustakaan kantor maupun perpustakaan keliling.
Kepala Bidang Layanan Kearsipan dan Perpustakaan, Dispusip Bantul, Suprihastuti mengatakan jumlah pemustaka saat ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2016 lalu jumlah pemustaka 345.368 orang. Kemudian 2017 naik sekitar 150,19% hingga menjadi 518.693 pemustaka.
Tahun ini, sampai Oktober lalu, jumlah pemustaka mencapai 604.000 orang. Jumlah pemustaka tersebut gabungan dari pemustaka di perpustakaan kantor Dispusip dan perpustakaan keliling. Menurut Suprihastuti peningkatan pemustaka ini memang karena adanya perpustakaan keliling. "Dulu perpustakaan keliling kurang dari 100 kali dalam sebulan. Sekarang bisa sampai 190 kali dalam sebulan," kata Suprihastuti, Senin (26/11/2018).
Sebanyak empat kendaraan, masing-masing armada terdiri dari tiga petugas yang setiap saat keliling ke sekolah, kampung, komunitas, masjid, panti asuhan, dan tempat-tempat wisata, serta tempat-tempat keramaian seperti Pasar Seni Gabusan (PSG) dan acara Car Free Day (CFD) Bantul. Tiap armada akan membawa sekitar 3.000 eksemplar buku anak-anak, remaja, dan dewasa.
Buku-buku tersebut bebas dipinjam maksimal 100 eksemplar buku. Buku-buku yang dipinjam bisa dikembalikan pada perpustakaan keliling berikutnya atau di tempat terdekat sesuai jadwal perpustakaan keliling.
Saat ini Dispusip juga tengah menyiapkan aplikasi daring yang bisa mengakses buku secara online baik peminjaman maupun pengembalian. "Layanan perpustakaan keliling ini bagian dari upaya mendekatkan buku kepada masyarakat. Masyarakat yang merasa terlalu jauh meminjam buku ke perpustakaan kantor bisa mengaksesnya melalui perpustakaan keliling," ujar Suprihastuti.
Kepala Dispusip Bantul, Agus Sulistiyana menyatakan bahwa menghadapi era perkembangan teknologi, maka perpustakaan dan kearsipan mau tidak mau harus ikut menyesuaikan. Salah satunya, layanan perpustakaan harus bisa diakses secara online kapanpun dan dimanapun. Pelayanan peminjaman dan pengembalian buku juga harus bisa diakses secara online.
"Pelayanan secara manual lama kelamaan akan ditinggalkan, maka harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman," kata Agus. Dengan adanya layanan online dapat memperluas akses perpustakaan dan memperbanyak pemustaka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.