Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pagu anggaran dana desa 2019 dari Pemerintah Pusat bakal mengalami kenaikan sebesar Rp19 miliar dibandingkan dengan alokasi yang diberikan di tahun ini. Kenaikan tersebut tidak lepas karena adanya kenaikan alokasi anggaran di pemerintah pusat.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Subiantoro mengatakan, untuk pagu dana desa 2019, pihaknya sudah mendapatkan informasi resmi. Direncanakan ada kenaikan, jika di 2018 alokasinya sebesar Rp117 miliar, maka di tahun depan menjadi Rp136 miliar.
“Kenaikannya mencapai Rp19 miliar,” kata Subiantoro, Rabu (28/11/2018).
Menurut dia, kenaikan ini terjadi karena adanya kenaikan pagu anggaran di tingkat pusat. Sejak 2017 lalu, pagu yang diberikan setiap tahunnya di kisaran Rp60 triliun. Namun untuk tahun depan ada peningkatan menjadi Rp73 triliun. Peningkatan ini, sambung Subiantoro, berdampak terhadap alokasi di setiap desa.
“Pagu sudah kita alokasikan ke masing-masing desa dan siap dimasukan ke dalam program kegiatan di tahun depan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk saat ini, DP3AKBPMD sedang menyusun Peraturan Bupati yang dijadikan dasar untuk pencairan dan pelaksanaan program kegiatan di tahun depan. “Masih kita susun dan nanti kalau sudah jadi akan disosialisasikan ke seluruh desa di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Desa Pilangrejo, Nglipar, Sunaryo mengakui sudah mendengar informasi terkait adanya kenaikan dana desa di tahun depan. Menurut dia, jika berdasarkan perhitungan yang diperoleh, pagu anggaran di Pilangrejo naik dari Rp700-an juta menjadi Rp900-an juta.
“Memang ada kenaikan, tapi masih banyak desa yang alokasi anggarannya belum mencapai Rp1 miliar. Sebagai gambaran di Kecamatan Nglipar ada tujuh desa, tapi baru Desa Pengkol yang mendapatkan alokasi sebesar Rp1,2 miliar. Ini terjadi karena desa tersebut masuk sebagai desa tertinggal,” ujarnya.
Sunaryo mengatakan, pagu yang ada akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk program kegiatan di desa. Meski demikian, ia berharap pada saat pencairan bisa dilaksankaan tepat waktu sehingga waktu pelaksanaan kegiatan menjadi lebih longgar.
“Kalau saat ini masih molor. Hal ini terlohat di pencairan termin ketiga yang baru cair di awal November, padahal jika melihat jadwal Agustus itu sudah bisa cair,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.