Coblosan Pilur Gunungkidul 26 September, Bupati Ingatkan Soal Kerukunan
Pilur serentak Gunungkidul digelar 26 September 2026. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk pengamanan pemilihan.
Ilustrasi jaringan PLN/Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kawasan Desa Balong, Girisubo sempat direncanakan sebagai tempat pengembangan Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun demikian, sejak ide muncul di awal 2016 lalu hingga sekarang, program tersebut tidak ada kelanjutannya.
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Kecamatan Girisubo, Arif Yahya mengatakan, pihaknya sudah pernah mendegar rencana pembangunan PLTS di Balong yang dilaksankan oleh Pemerintah DIY dengan pihak ketiga. Wacana pembangunan ini pun ditindaklanjuti dengan peninjauan lokasi pembangunan oleh investor.
Hanya saja, sambung dia, tahapan pembangunan tidak pernah terealisasi hingga sekarang. Pasalnya, seusai peninjauan lokasi, keberlanjutan pengmbangan PLTS tidak pernah lagi terlihat. “Investor sekali meninjau lokasi, tapi sampai saat ini tidak ada kabar kelanjutannya seperti apa,” kata Arif kepada Harianjogja.com, Kamis (29/11/2018).
Menurut dia, di awal wacana pembangunan, ada antusiasme warga menyambut program tersebut. Hal ini tidak lepas adanya dampak positif dari instalasi PLTS. “Yang jelas ada tambahan pasokan energi di sektor kelistrikan karena dekat dengan pusat instalasi. Harapan lainnya, dapat mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya.
Sekretaris Desa Balong, Purwanta saat dikonfirmasi juga tidak menampik apabila di wilayahnya ada program pembangunan PLTS. Namun demikian, wacana yang mencuat sejak 2016 lalu hingga sekarang tidak ada tindaklanjutnya. “Hanya sebatas wacana. Buktinya sampai sekarang tidak ada tanda-tanda dibangun instalasi PLTS,” katanya.
Menurut dia, di awal-awal adanya isu pembangunan, warga sangat antusias. Terlebih lagi di beberapa titik seperti kawasan pantai belum mendapatkan fasilitas aliran listrik. Diharapkan dengan instalasi PLTS dapat menerangi daerah-daerah yang masih gelap saat malam. “Tapi itu dulu, sekarang di kawasan seperti Pantai Watulumbung sudah ada instalasi listrik dari PLN,” ungkapnya.
Disingung mengenai keberlanjutan pembangunan PLTS, Purwanta menyerahkan sepenuhnya ke pemilik kebijakan. “Ya kalau mau dilanjutkan ya silahkan karena warga tidak akan mempermasalahkannya,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanto mengakui secara resmi belum mendapatkan surat terkait dengan wacana pembangunan PLTS di Desa Balong. Menurut dia, hal ini kemungkinan terjadi karena aturan di dalam Undang-Undang No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah. “Kewenangan energi [termasuk di dalamnya tentang kelistrikan] langsung ditangani oleh provinsi. Jadi kemungkinan upaya kerjasama [pembangunan PLTS Balong] dilakukan bersama dengan OPD di lingkup Pemerintah DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul digelar 26 September 2026. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk pengamanan pemilihan.
Sekolah di Kota Jogja diminta memperkuat pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan siswa melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Indonesia mengalahkan Thailand 3-1 di semifinal bulu tangkis beregu putra Asian Games 2026. Leo/Daniel memastikan tiket Merah Putih ke final.
Google membuka lowongan kerja di Jakarta untuk posisi Google Cloud dan EHS data center. Cek posisi, syarat, kualifikasi, dan cara daftarnya.
Taylor Swift mengumumkan single baru Patient Zero yang dirilis 25 September 2026. Ada tiga edisi CD terbatas dan spekulasi proyek berikutnya.
Hasil sanggah LPDP Tahap 2 2026 diumumkan 22 September. Simak cara cek hasil sanggah dan jadwal Seleksi Bakat Skolastik hingga Seleksi Substansi.