Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Sejumlah kendaraan bermotor terparkir di halaman akuarimu laut di Pantai Kukup, Desa Kemadang, Tanjungsari, Senin (10/12/2018). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Akuarium laut di Pantai Kukup, Desa Kemadang, Tanjungsari sempat menjadi ikon pariwisata di Gunungkidul. Kendati demikian, kondisi sekarang jauh berbeda karena fasilitas tersebut kini menjadi bangunan yang mangkrak.
Salah seorang pedagang di Pantai Kukup, Wastini mengakui kerusakan di akurium laut sudah lebih dari lima tahun. Ia tidak tahu persis, penyebab mangkraknya fasilitas tersebut. Namun berdasarkan informasi yang beredar, kerusakan terjadi karena salah di dalam pengelolaan sehingga fasilitas tersebut tidak berkembang.
“Dulu sempat menjadi ikon dan ramai pengunjung. Tapi lambat laut jadi sepi dan fasilitas yang ada menjadi rusak hingga sekarang,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (10/12/2018).
Menurut dia, kondisi sekarang tinggal bangunan saja. Sedang beberapa fasilitas seperti akuarium untuk ikan hias telah dicopoti. “Harapan kami itu bisa dihidupkan lagi sehingga memberikan dampak positif terhadap pengembangan wisata di Pantai Kukup,” ungkapnya.
Salah seorang wisatawan asal Kota Solo, Dedi Setyawan mengakui saat kecil pernah melihat koleksi di akuarium laut di Pantai Krakal. Namun demikian, kondisi sekarang sudah jauh berbeda karena akuarium sudah tidak difungsikan lagi. “Kalau dulu, pengunjung selain bisa mencari ikan hias di kawasan pantai juga dapat melihat koleksi ikan-ikan di akuarium,” katanya.
Dia pun hanya berharap agar fasilitas tersebut bisa dihidupkan kembali sehingga dapat menjadi lokasi edukasi bagi pengunjung yang berkaitan dengan biota laut di kawasan Pantai Selatan. “Sayang kalau dibiarkan mangkrak kan dulu pembangunannya juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono saat dikonfirmasi kemarin tidak menampik apabila akuarium di Pantai Kukup mengalami kerusakan sehingga fasilitas tidak difungsikan.
Tak hanya itu, pemkab juga telah mencabut retibusi masuk ke akuarium. “Sudah kita cabut di 2016 yang ditandai dengan revisi Perda No.6/2012 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga,” kata Hary.
Menurut dia, pencabutan retribusi ini tak lantas membuat wacana menghidupkan kembali wahana berhenti. Untuk saat ini, sambung Hary, dinas pariwiata sedang menyusun masterplan untuk wacana revitalisasi akuarium laut di Pantai Kukup. “Tahun ini sedang kami susun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.