30 Tahun Kudatuli, Seniman Tegaskan Demokrasi Butuh Seni
Refleksi 30 tahun Kudatuli di Sleman soroti peran seni dalam menjaga demokrasi. Seniman dan akademisi sepakat seni tak bisa dipisahkan dari kebebasan.
Makam Albertus Slamet Sugihardi yang dipotong salibnya, di TPU Purbayan Kotagede. /Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Kapolsek Kotagede Kompol Abdul Rochman mengatakan jika pemotongan nisan salib di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jambon, Purbayan Kotagede sudah disepakati antara warga dengan keluarga. Mereka sepakat tidak ada simbol agama di pemakaman itu.
"Karena pihak keluarga setuju akhirnya dipotong [salib]. Kalau tidak setuju, mungkin tidak dipotong. Tapi di luar muncul isu-isu yang lain-lain,” jelas Rochman saat berada di di Pesantren Nurul Umahat, Kotagede, Selasa (18/12/2018).
Rochman menjelaskan adanya kesepakatan secara resmi antara warga dengan keluarga, pada Selasa (18/12/2018) dianggap sudah selesai. Tidak ada persoalan lagi.
Dia berharap agar media bisa membantu menginformasikan hal tersebut agar tidak menjadi viral. "Jangan, tidak seheboh yang ada di media sosial. Sekarang sudah kondusif,” katanya.
Untuk diketahui, nisan salib makam Albertus Slamet Sugihardi, 60, warga RT 53 RW 13, Purbayan Kotagede, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jambon, Purbayan Kotagede dipotong warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Refleksi 30 tahun Kudatuli di Sleman soroti peran seni dalam menjaga demokrasi. Seniman dan akademisi sepakat seni tak bisa dipisahkan dari kebebasan.
Ekspor DIY Mei 2026 naik tipis, industri pengolahan dominan. Simak data lengkap ekspor, impor, dan surplus neraca perdagangan terbaru.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani diperiksa KPK usai OTT. Simak kronologi kasus dan daftar lengkap OTT KPK sepanjang 2026 yang makin panjang.
RANS Entertainment resmi IPO dan langsung ARA di hari pertama. Simak kinerja saham, dana yang dihimpun, dan rencana ekspansi bisnisnya.
Kurs rupiah menguat tipis ke Rp18.065 per dolar AS. Simak faktor global dan domestik yang memengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Satu Dekade Mengukir Warisan: Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon