Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Aliansi Mahasiswa Peduli Yogyakarta (AMPY) mendatangi kediaman mantan Bupati Bantul Idham Samawi untuk mengirimkan aspirasi di kawasan Baciro, Jogja, Minggu (23/12/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-Aliansi Mahasiswa Peduli Yogyakarta (AMPY) menilai wilayah DIY masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mulai tata kota hingga masalah kesenjangan sosial.
Koordinator AMPY Rian Fandi mengatakan sejumlah pekerjaan rumah harus segera dituntaskan pemerintah tahun depan. Persoalan yang menurutnya mendesak diselesaikan terdiri dari sejumlah sektor.
"Mulai tata kota yang perlu dibenahi, kesenjangan ekonomi, sosial dan infrastruktur di pelosok DIY," katanya saat berkunjung ke kediaman mantan Bupati Bantul Idham Samawi di kawasan Baciro, Jogja, Minggu (23/12/2018).
Selain masalah tersebut, dia juga menyoroti persoalan sosial dan keberagaman yang akhir-akhir ini muncul di Jogja. Salah satunya masalah munculnya fenomena intoleransi di DIY.
Dia berharap jika Idham terpilih kembali menjadi anggota DPR RI bisa memperjuangkan aspirasi dan menyelesaikan persoalan di DIY. "Kami meminta agar dilakukan penguatan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di masyarakat. Kami menitipkan aspirasi ini kepada pak Idham agar bisa memperjuangkan aspirasi kami," ungkapnya.
Salah satu alasan Idham dinilai mampu memperjuangkan hal itu karena ia memiliki segudang pengalaman secara politis. Terbukti Idhadinilai mampu selama dua periode menjadi Bupati Bantul, mampu memajukan Bantul hingga swasembada beras. Sebagai anggota Komisi V DPR RI juga merealisasikan janjinya, seperti bantuan stimulan perumahan swadaya, ujar Rian.
Idham mengaku bangga dengan amanah tersebut. Apalagi mahasiswa yang ada di DIY berasal dari seluruh Indonesia. Terkait masalah tata kota, seperti kemacetan, Idham menyarankan supaya Pemkab dan Pemkot bersama Pemda DIY duduk bersama mencari solusi bersama.
"Apalagi wilayah DIY tidak begitu luas, tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri," tuturnya.
Mantan Bupati Bantul itu sempat mengkritik adanya asrama mahasiswa daerah. Menurut dia seharusnya saat belajar di DIY, mahasiswi bisa berbaur tinggal bersama mahasiswa dari daerah lainnya. Tidak dikelompokkan dalam satu asrama asal daerah.
"Rugi besar kalau hanya kumpul satu daerah, tidak bisa mengenal budaya daerah lainnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.