Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Ilustrasi tenaga kerja/Solopos- Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul berkomitmen untuk meningkatkan mutu tenaga kerja. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memaksimalkan peran dari Balai Latihan Kerja di Desa Siraman, Wonosari.
Rencananya di tahun depan mengadakan program pelatihan sebanyak 17 kali. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan pelaksanaan di 2018 sebanyak sepuluh paket kegiatan.
Kepala Seksi Pemberdayagunaan Tenaga, Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul Aris Suyanto mengatakan, penambahan intensitas pelatihan di BLK merupakan bentuk komitmen dari pemkab untuk meningkatkan kualitas dan mutu tenaga kerja di Gunungkidul. Menurut dia, peningkatan tersebut sangat dibutuhkan untuk memberikan kesempatan kerja yang lebih besar kepada masyarakat.
“Tingkat persaingan kerja semakin ketat. Jadi untuk bisa mendapatkan pekerjaan harus memiliki keahlian atau pun ketrampilan yang memadai. Oleh karenanya, peran dari BLK akan dioptimalkan,” kata Aris, Selasa (25/12/2018).
Dia pun berharap dengan penambahan paket kegiatan dari sepuluh menjadi 17 paket pelatihan mampu dimanfaatkan masyarakat Gunungkidul. “Kita sangat terbuka dan pelatihan terbuka umum bagi masyarakat di Gunungkidul,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Aris, untuk pelatihan di BLK terdiri dari beberapa jurusan, mulai dari otomotif, jahit, las, komputer, mekanik hingga tata boga. “Nanti pada saat pelatihan telah dibuka akan kami umumkan dan masyarakat bisa memilih pelatihan sesuai dengan bidang yang diminati,” kata mantan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Kecamatan Karangmojo ini.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Disnakertrans Gunungkidul Munawar Askin mengatakan, peluang kerja di Gunungkidul masih sangat terbuka lebar. Hal ini terlihat mulai banyaknya pabrik yang didirikan seperti Komatrindo di Baleharjo dan pabrik sarung tangan di Dusun Bangunsari, Candirejo, Semin.
“Pabrik-pabrik ini membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga peluang tersebut harus ditangkap agar jumlah pengagguran di Gunungkidul bekurang. Sebagai contoh, untuk pabrik sarung tangan, kami sudah menjalin kesepakatan tenaga kerja diisi oleh warga lokal,” kata Munawar.
Meski sudah ada kesepakatan, sambung dia, tak lantas membuat disnakertrans berpangku tangan. Guna memenuhi kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, harus ada kesiapan. Salah satunya meningkatkan mutu dan kualitas tenaga kerja.
“Untuk peningkatan, selain menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan atau kursus, kami juga mengoptimalkan peran dari BLK,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong