Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Ilustrasi underpass/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN-Pembangunan underpass Kentungan akan dimulai pada 14 Januari mendatang. Proyek tersebut ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2019.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Kentungan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Muhammad Syidik Hidayat mengatakan pembangunan underpass Kentungan rencananya dimulai dari titik traffic light sisi Barat ke arah Barat (Peulemburan).
"Untuk detail perencanaannya masih kami siapkan," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (2/1/2018).
Selama proses pembangunan underpass tersebut, lanjut Syidik, ada rencana pengalihan arus. Rencana pengalihan arus tersebut sudah disepakati baik dengan Polda maupun dengan Dishub DIY.
"Meski sudah ada kesepakatan (pengalihan arus) masih tetap dilakukan evaluasi setiap bulannya. Jadi nanti dinamis sesuai dengan perkembangan di lapangan," katanya.
Berdasarkan data yang diterima Harian Jogja, ada sejumlah titik pengalihan arus yang dilakukan berkenaan dengan penuh underpass Kentungan. Pengalihan arus dibagi dalam tiga zona dengan memasang tanda peringatan di lima persimpangan. Mulai simpang tiga Tempel, simpang empat Proliman (Kalasan), simpang Gamping/Ambarketawang, simpang Maguwoharjo, simpang Janti dan simpang Klangon.
Kendaraan yang hendak ke jalan Magelang atau wisata Kaliurang dari sisi Timur, diminta untuk menggunakan jalur alternatif melalui jalan Kalasan- Cangkringan. Di simpang Maguwoharjo, kendaraan yang akan ke jalan Magelang, Wates, Purworejo dan Kebumen diarahkan melalui ringroad Selatan.
Di simpang Klangon, diberi petunjuk pengalihan arus melewati jalan Magelang-Muntilan. Jalur ini juga sebagai jalur alternatif kendaraan menuju Kaliurang, Klaten dan Solo. Tanda pengalihan arus juga dipasang di simpang Gamping/Ambarketawang. Kendaraan yang akan ke Solo, diarahkan menuju ring road Selatan.
Di zona dua, jalur alternatif ke jalan Magelang via ringroad Utara dialihkan ke jalan Kaliurang. Kendaraan bisa menggunakan jalan alternatif baik jalan Damai maupun jalan Kapten Hariyadi sebelum melewati jalan Gito-gati. Adapun jalur alternatif ke Klaten-Solo diarahkan melewati simpang Gandok (km 9 jalan Kaliurang).
Di zona tiga, pengalihan arus dilakukan di titik-titik jalan yang berdekatan langsung dengan area proyek. Jalan-jalan tersebut kebanyakan merupakan jalan kampung seperti di kawasan Pogung Lor, Peulemburan, dan Kentungan. Seluruh akses jalan ke wilayah proyek akan ditutup dan dialihkan.
Sekadar diketahui, berdasarkan lelang pu.go.id, pemenang proyek Underpass Kentungan adalah PT. Istana Karya, perusahaan yang juga mengerjakan proyek Trans Papua di mana sejumlah pekerjanya ditembak oleh OPM beberapa waktu lalu. BUMN ini menjadi pemenang dan mengalahkan pemenang dari BUMN lainnya, seperti PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, PT Brantas Abipraya dan lainnya.
Dari pagu anggaran proyek multi years contract (MYC) yang ditawarkan sebesar Rp126 miliar (HPS), Istana Karya memberikan penawaran harga Rp101,6 miliar, jauh dari yang ditawarkan PT Wijaya Karya (Rp118,1 miliar), PT Adhi Karya (Rp119,5 miliar), dan PT Brantas Abipraya (Rp120,8 miliar).
"Kami targetkan proyek ini selesai pada 31 Desember," kata Syidik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.