Delapan ASN Gunungkidul Kena Sanksi, DPRD Dukung Hukuman Tegas
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Ilustrasi kemiskinan./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp56,5 miliar untuk penanggulangan kemiskinan. Diharapkan dengan program ini, upaya pengentasan kemiskinan dapat lebih optimal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul Sri Suhartanto mengatakan, anggaran untuk program kemiskinan sudah dituangkan perencanaan kegiatan di tahun ini. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp56.585.797.620.
“Program ini juga sudah dituangkan didalam APBD 2019,” kata Sri Suhartanto kepada Harianjogja.com, Kamis (3/1/2018).
Dia menjelaskan, alokasi anggaran kemiskinan paling besar digunakan untuk jaminan kesehatan masyarakat dalam kepesertaan BPJS kesehatan yang nilainya mencapai Rp34 miliar. Sedang sisanya untuk pencegahan masalah gizi sebesar Rp1 miliar, penyelenggaraan pendidikan kesetaraaan Rp2,3 miliar, penyehatan lingkunga permukiman Rp6,5 miliar.
Selain itu, alokasi anggaran juga digunakan untuk bantuan jamban sehat di 18 kecamatan, pelatihan industri kecil, pendampingan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PKMS), bantuan alat pertanian hingga pelatihan dan program pemberdayaan masyarakat.
“Untuk pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi di masing-masing organisasi perangkat daerah. Sebagai contoh, untuk kepesertaan BPJS Kesehatan ditangani oleh Dinas Sosial, sedang pelatihan UKM diberikan ke Dinas Koperasi dan UKM,” kata mantan Kepala Bagian Perekonomian, Setda Gunungkidul ini.
Dia pun berharap dengan alokasi anggaran penanggulaan ini, maka upaya pengentasan kemiskinan di Gunungkidul dapat optimal. “Harapannya di tahun-tahun mendatang, kemiskinan bisa terus turun. Untuk tahun ini, kami ingin bisa menyamai tingkat penurunan di 2018 [sebesar 1,5 persen] tapi kalau bisa lebih tinggi juga semakin baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja memberi insentif bagi kader Posyandu yang selama ini membantu pelayanan kesehatan masyarakat.
Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur di IFA 2026 dengan kamera utama 200 MP, layar AMOLED 144Hz, baterai 6.500 mAh dan harga mulai Rp10,8 juta.
Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk 10 besar produsen emas dunia pada 2025 dengan produksi mencapai 104,2 ton.
ChatGPT, Claude, Grok hingga Gemini mengalami gangguan hampir bersamaan pada 3 September 2026. Sejumlah perusahaan AI masih menyelidiki penyebab insiden tersebu
Dokumenter Oasis: Don’t Look Back In Anger tayang terbatas di bioskop Indonesia 11-13 September 2026. Simak isi dan kisah reuni Liam-Noel Gallagher.