Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Sejumlah truk pengangkut air bersih mulai bertolak dari kantor BPBD Gunungkidul menuju wilayah kekeringan untuk lakukan dropping air bersih, Wonosari, Senin (4/6/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul akan memiliki kantor baru. Rencananya gedung baru dibangun di area tanah milik pemkab di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan mencapai Rp4 miliar.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Agus Subaryanto mengatakan, pembangunan gedung untuk BPBD sudah masuk dalam program kegiatan di APBD 2019. Rencananya pembangunan ditangani DPUPRKP selaku dinas teknis yang menangani masalah infrastruktur dan bangunan.
“Sudah disiapkan dan rencananya dibangun di tahun ini,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).
Dia menjelaskan pembangunan gedung BPBD menelan anggaran sekitar Rp4 miliar. Rencananya gedung baru ini dibangun di tanah milik pemkab di Desa Siraman.
Menurut Agus, pembangunan tersebut juga sebagai penanda, proyek jangka panjang pemkab untuk membangun komplek kantor pemerintahan. “Letaknya dekat di Balai Latihan Kerja. Nanti di area itu akan menjadi kompleks pemerintahan Pemkab Gunungkidul yang baru,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki membenarkan adanya rencana pemkab untuk membangun gedung baru untuk BPBD. Selama ini, kata dia, untuk operasional kegiatan BPBD masih menumpang di komplek Bangsal Sewokoprojo.
“Tahun ini akan dibangun dan mudah-mudahan segera terealisasi sehingga dapat menggunakan tempat baru. Apalagi juga ada wacana dari pemkab untuk memindahkan semua kantor di komplek pendopo Sewokoprojo,” kata Edy.
Selain pembangunan gedung baru, BPBD juga berencana meningkatkan status kelembagaan dari tipe B menjadi tipe A. Menurut dia, peningkatan status ini dirasa penting karena melihat ketugasan dari BPBD. Selain menangani masalah kebencanaan, juga mengurusi masalah kebakaran. Diharapkan dengan peningkatan tersebut maka upaya penangan dapat dimaksimal, salah satunya berkaitan dengan penganggaran.
“Harusnya bisa, apalagi yang ditangani lebih dari satu bidang. Di Sleman dan Bantul saja statusnya sudah tipe A, jadi kenapa kita tidak bisa meningkatkan status tersebut,” kata mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ini.
Meski demikian, Edy memberikan catatan bahwa untuk peningkatan status tak serta merta bisa langsung diwujudkan. Secara prosedural, perubahan harus melalui kajian serta mengubah perda kelembagaan yang dimiliki.
“Kita sudah mulai melakukan penjajakan dengan bagian hukum dan organisasi untuk perubahan status BPBD dari tipe B menjadi tipe A,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final ganda campuran Asian Games 2026 usai mengalahkan Feng Yanzhe/Huang Dongping 21-12, 21-14.
Jadwal UEFA Nations League 2026/27 Matchday 2 pada 28-29 September 2026. Belgia vs Prancis hingga Spanyol vs Kroasia tayang dini hari WIB.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.
Power window mobil seret bisa disebabkan debu hingga karet aus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya dengan silicone spray.