Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
ILustrasi Politik uang/JIBI-Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul menemukan indikasi pelanggaran pemilu berupa politik uang yang dilakukan tiga orang calon anggota legislatif (caleg). Ketiga caleg dari salah satu partai politik (parpol) peserta pemilu tersebut diduga membagi-bagikan uang Rp50.000 kepada sejumlah warga di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong. Bagi-bagi uang itu dilakukan dalam sebuah acara.
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono, mengatakan dugaan politik uang itu terjadi pada Desember 2018. Bawaslu, menurut Is, segera membuat kesimpulan pada Kamis (18/1) berdasarkan hasil penyelidikan dan temuan di lapangan. "Kami juga berkoordinasi dengan KPU Gunungkidul," kata Is saat ditemui Harian Jogja, Selasa (15/1/2019)
Is menjelaskan berdasar hasil pemeriksaan ada kerancuan dalam kasus tersebut, lantaran caleg yang bersangkutan mengklaim uang yang diberikan merupakan uang transportasi kepada simpatisan partai. Padahal, menurut Is, sesuai aturan yang ada batas uang transportasi yang boleh diberikan paling banyak Rp25.000. Beberapa kalangan menilai uang yang diberikan termasuk dalam politik uang. Tetapi jika dilihat dari undang-undang yang ada, uang transportasi atau uang makan tidak termasuk dalam kategori politik uang. "Kalau sekalian dilegalkan sebagai uang transportasi kami merasa tidak jadi masalah," ujarnya.
Komisioner KPU Gunungkidul, Supami, menyatakan jajarannya telah berkomunikasi dengan Bawaslu. Untuk aturan yang jelas soal uang transportasi sebagai politik uang masih menjadi kewenangan KPU Pusat. "Saat ini kami hanya bisa mendorong KPU Pusat untuk membuat aturan yang jelas," kata Supami saat ditemui Harian Jogja, Selasa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Penolakan kereta gantung Rinjani dinilai tepat. DPRD NTB soroti dampak ekonomi, lingkungan, dan ancaman bagi porter lokal.
Tragedi kapal PMI ilegal di Malaysia tewaskan 7 WNI. DPR desak bongkar mafia pengiriman tenaga kerja ilegal hingga ke akar.
DPR minta pemerintah lindungi industri rokok dari tekanan regulasi dan rokok ilegal. Sektor ini serap jutaan tenaga kerja dan sumbang besar ke negara.
Tempe Pondoh Sleman resmi dilindungi hukum. Pernah ada upaya klaim dari luar, Pemkab kini bergerak cepat amankan warisan budaya.