Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Logo Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul berencana memasang closed circuit television (CCTV) di kawasan perbatasan. Pemasangan ini sebagai upaya pengawasan wilayah.
Kepala Bidang Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan jajarannya mulai mempersiapkan rencana pemasangan CCTV di wilayah perbatasan. “Kami sudah berkoordinasikan dan mudah-mudahan rencana ini bisa segera direalisasikan,” katanya kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).
Menurut dia berdasarkan pendataan yang dilakukan pemasangan CCTV rencananya dilakukan di 12 titik. Untuk alokasi anggaran, Kelik mengakui sudah menyiapkan. “Kami belum bisa memastikan berapa alokasi anggaran yang disiapkan. Yang jelas tahun ini kami akan mulai memasang CCTV,” kata mantan Sekretaris Camat Rongkop ini.
Kelik menambahkan pemasangan CCTV di wilayah perbatasan memiliki banyak manfaat. Selain pemantauan keamanan dan pantauan arus kepadatan lalu lintas yang masuk ke Gunungkidul, fasilitas ini juga bermanfaat untuk mengawasi perilaku negatif di kalangan remaja. Pasalnya selama ini banyak desas-desus tentang perilaku negatif di Taman Patuk yang berbatasan dengan wilayah Bantul. “Kalau ada CCTV tindakan negatif ini bisa dicegah karena bisa diawasi dari jarak jauh,” katanya.
Selain pemasangan CCTV, rencananya di kawasan perbatasan juga akan dilengkapi fasilitas Wifi. Akses ini selain mendukung operasional CCTV juga dapat dimanfaatkan masyarakat di sekitar. Menurut dia, fasilitas ini akan sangat bermanfaat karena di beberapa titik perbatasan seperti Patuk, Semin dan Ngawen sudah dilengkapi taman. “Mudah-mudahan inovasi yang kami lakukan bisa memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat,” katanya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Dwi Winasto, mendorong Pemkab untuk mengembangkan smart city. Menurut dia program yang memanfaatkan perkembangan dan teknologi sudah banyak diterapkan di berbagai daerah. Oleh karena itu dia ingin agar Gunungkidul menerapkan hal yang sama. “Smart city memang harus dikembangkan,” katanya.
Dwi menjelaskan program smart city memberikan banyak manfaat, salah satunya memberikan akses yang mudah kepada masyarakat sehingga kualitas layanan yang dimiliki Pemkab bisa terus ditingkatkan. “Harapan kami dengan memanfaatkan teknologi Gunungkidul bisa semakin maju,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.