Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed A1+ Ringkas untuk Dukung Bisnis
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Ilustrasi perekaman data./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Jatah 1.000 blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang diterima Kabupaten Bantul akhir Desember 2018 lalu kini sudah ludes. Padahal hingga kini masih banyak data perekaman yang belum bisa dicetak karena keterbatasan blangko.
Kepala Seksi Identitas Penduduk, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bantul, Kartika Cahyani mengatakan pertengahan bulan ini mengajukan tambahan blangko e-KTP ke Kementerian Dalam Negeri melalui Pemda DIY. Dia mengaku jatah 1.000 keping blangko e-KTP yang diterima dari Pusat akhir Desember 2018 lalu kini sudah habis. “Itupun proses pencetakan e-KTP tidak sembarang cetak, melainkan kami prioritaskan dulu yang paling membutuhkan,” ucap dia saat ditemui di Kantor Disdukcapil Bantul, Kamis (17/1/2019).
Pihak-pihak yang ia prioritaskan adalah wajib e-KTP yang aktif mengajukan pencetakan melalui kantor Disdukcapil, kecamatan atau melalui layanan Cetak KTP Tanpa Antrean (Cekatan) di aplikasi telepon pintar. "Misalnya yang mau urus administrasi, warga yang merantau, atau yang sudah enam bulan menggunakan surat keterangan atau suket," kata Kartika.
Dia berharap jatah blangko e-KTP untuk Bantul awal tahun ini bisa lebih banyak. Dia mengaku telah mengajukan sebanyak 27.000 blangko. “Namun saya tidak hafal berapa jumlah data yang sudah rekam namun belum bisa dicetakkan e-KTP. Jumlah sekitar 1.000-an lah,” ujar dia.
Lebih lanjut Kartika menjelaskan proses pencetakan e-KTP yang dilakukan bukan hanya bagi warga yang sudah merekam data, namun juga bagi warga yang mengajukan perubahan data, kerusakan keping kartu atau kartu hilang sehingga perlu pencetakan e-KTP baru. Karena itu idealnya, kata dia, jatah blangko e-KTP ditambah.
Berdasarkan data Disdukcapil Bantul, jumlah wajib e-KTP di Bantul sampai saat ini mencapai 711.178 jiwa. Sementara yang sudah merekam data sebanyak 751.633.
Kartika mengatakan jumlah yang sudah perekaman lebih banyak dari wajib KTP karena banyak saat ini warga yang berusia 16 tahun bisa melakukan perekaman, namun e-KTP dicetak saat usia 17 tahun.
Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi, sebelumnya mengatakan tahun ini sudah menambah lima alat perekaman yang ditempatkan di Kecamatan Kasihan, Sewon, Banguntapan, Dlingo, dan Sedayu.
Lima kecamatan di perbatasan itu diutamakan karena jumlah warga belum merekam data paling banyak, yakni lebih dari 5.000 jiwa.
Disdukcapil juga masih berupaya untuk mengganti alat perekaman yang rusak di wilayah Kecamatan Pajangan, Sanden, Bambanglipuro, Jetis, Pandak, dan Pundong. "Selama belum ada pembaruan alat perekaman, proses perekaman bisa ikut ke kecamatan tetangga," kata Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.