KASUS PORNOGRAFI: Divonis 10 Bulan Penjara, Ini Respons Pihak Siskaeee
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Realisasi penyerapan Dana Desa di Kabupaten Sleman sejak 2015-2017 diklaim mencapai rerata 100%.
Kepala Pusat Kajian Akuntabilitas Keuangan Negara Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Helmizar mengatakan ada empat desa di Kabupaten Sleman yang masuk dalam kategori terbaik dalam realisasi pengelolaan dana desa. Keempat desa tersebut masing-masing adalah Desa Purwomartani, Desa Tamanmartani, Desa Selomartani yang berada di wilayah Kecamatan Kalasan dan Desa Sinduadi yang ada di Kecamatan Mlati.
“Kami mencari informasi dan data di DIY terkait dengan pengelolaan dana desa. Kami sampling Kabupaten Sleman menjadi tujuan pertama karena realisasinya dari tahun 2015 sampai dengan 2017 mencapai angka rata-rata 100 persen,” kata Helmizar seusai mengunjungi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman, Kamis (17/1/2019).
Kedatangannya ke Sleman, kata Helmizar, adalah dalam rangka menganalisis data serapan Dana Desa berikut kendala yang muncul di lapangan. Rencananya, hasil kajian dan analisis tersebut nantinya akan dijadikan acuan bagi pembahasan pencairan Dana Desa tahun-tahun berikutnya.
Kepala Dinas PMD Sleman Priyo Handoyo menyebut dari total 100 desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) terbaik, empat desa di Sleman, yakni Purwomartani, Tamanmartani, Selomartani, dan Sinduadi masuk di dalamnya.
Sejumlah indikator yang bikin keempat desa itu masuk dalam kategori terbaik adalah pembangunan prasarana jalan poros desa untuk akses distribusi ekonomi, pembangunan drainase, pengelolaan dan pembinaan pendidikan anak usia dini (PAUD), pembinaan dan pelatihan bagi kelompok miskin, pelatihan dan pembinaan kelompok tani, serta pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).
“Kami memang sudah berkoordinasi baik dengan pendamping desa, inspektorat sebagai fungsi pengawasan. Kami juga sudah bekerjasama dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Semoga formulasi ini bisa lebih baik untuk ke depannya,” kata Priyo.
Terkait dengan penggunaan Dana Desa, dia menjelaskan untuk tahun ini, sesuai arahan dari Pemerintah Pusat, pemanfaatan Dana Desa memang lebih diarahkan pada peningkatan sumber daya manusia. “Tahun lalu memang fokus di pembangunan fisik. Tahun ini, lebih untuk peningkatan SDM dan pemberdayaan masyarakat. Mudah-mudahan nanti bisa lebih sinkron sehingga indeks untuk kemandirian desa ini bisa lebih bagus,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hakim memvonis terdakwa kasus pornografi siskaeee lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa